Kuliner

Setuju! Kalau 17 Wisata Kuliner Ini Statusnya Wajib Kunjung Pas Long Weekend di Jogja

Oleh : Albertus Indratno / Kamis, 24 Maret 2016 11:17
Setuju! Kalau 17 Wisata Kuliner Ini Statusnya Wajib Kunjung Pas Long Weekend di Jogja


Wisata kuliner selalu menarik bagi pelancong saat di Jogja. Di wilayah yang terdiri atas 5 kabupaten ini ada beragam jenis makanan, mulai dari ice cream jadul sampai mangut lele yang penjualnya berumur seabad lebih. Selain nikmat dan memuaskan rasa lapar, kuliner di Jogja terkenal karena sisi romantis dan nostalgianya. Nah, di mana saja tempat-tempat itu. Tim gudegnet merangkumnya ke dalam artikel Setuju! Kalau 17 Wisata Kuliner Ini Statusnya Wajib Kunjung Saat Long Week End di Jogja. 

#1 Angkringan Nganggo Suwe



Angkringan Nganggo Suwe termasuk angkringan yang lejen. Angkringan yang berdiri sejak awal tahun 90-an ini direkomendasikan untuk nongkrong selepas tengah malam sampai pukul lima dini hari. Meskipun banyak angkringan di Jogja, namun sedikit yang menyediakan nasi gurih yang dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar seperti di angkringan Nganggo Suwe. Susu jahenya juga juara karena lebih pedas dan rasanya benar-benar nendang. 

Lebih Dekat Dengan Angkringan Nganggo Suwe 

#2 Bakso Bethesda 74 Yogyakarta 



Bakso Bethesda 74 terkenal karena bakso gorengnya yang juara. Selain kuah baksonya yang segar, bakso goreng disana garing di luar namun lembut di dalam. Bakso Bethesda 74 juga memiliki sertifikasi halal. Isu bakso Bethesda 74 Yogyakarta ini yang mengandung daging babi sudah terbantahkan karena adanya sertifikasi tersebut. Bakso Bethesda 74 sudah nikmat tanpa campuran kecap atau saus karena kuah gurihnya sudah benar-benar terasa. Semakin sedap apabila ditambah acar mentimun.

Lebih dekat dengan bakso Bethesda 74 Yogyakarta 

#3 Warung Gudeg Bu Djuminten di Kampung Pecinan



Warung Gudeg Bu Djuminten istimewa karena arennya terasa lebih gurih, nangkanya manis juga empuk. Rasa gudeg di warung ini terasa lebih enteng di perut. Beda dari rasa gudeg kebanyakan. Selain itu bangunan di warung ini  klasik dan membuat betah karena bergaya klasik dan moderen. Setipe dengan rumah-rumah jaman dulu di jalan Poncowinatan, Kranggan serta Pakuningratan.

Lebih dekat dengan warung gudeg Bu Djuminten

#4 Gudeg Manggar Bu Jumilan



Gudeg manggar bu Jumilan memang beda.Rasanya lebih berserat dan ndaging karena tidak selembut gori. Resep keraton ini juga aman penderita maag karena tidak mengandung gas (bergas) seperti halnya gudeg dari nangka. Menurut penjualnya, banyak artis asal Bantul, Yogyakarta yang sudah sukses di Jakarta membeli gudeg manggar lalu dibawa sebagai oleh-oleh. 

Lebih dekat dengan gudeg manggar bu Jumilan 

#5 Baceman Kepala Kambing H. Sukirman



Baceman kepala kambing Haji Sukirman termasuk makanan langka. Olahan kepala kambing kreasi haji Sukirman ini merupakan usaha turun temurun yang berumur hampir setengah abad. Rasa manis daging kambing dicampur sambal yang terbuat dari air rebusan daun salam, lengkuas, jahe, daun jeruk, gula serta garam benar-benar mengundang selera dan merangsang hasrat untuk menambah porsi nasi putih. 

Lebih dekat dengan baceman kepala kambing haji Sukirman 

#6 Bakmi Doring



Bakmi Doring  bisa jadi tempat untuk mengajari laku sabar. Saat liburan, antrian di warung bakmi ini bisa sampai dua jam. Lumayan untuk melatih kesabaran. Menu nasi gorengnya bikin ketagihan. Tidak terlalu manis. Bisa order khusus untuk mereka yang suka pedas serta tidak berminyak. Rempela atinya bikin jatuh hati. Bakmi godog sayapnya cetar membahan.Wedang uwuhnya joss! Teh pocinya juga top.

Lebih dekat dengan bakmi Doring

#7 Gado-gado Bu Hadi



Gado-gado bu Hadi tampil beda. Usaha keluarga ini menyajikan bumbu gado-gado yang bebas santan. Jadi, selain lebih enteng di badan juga terasa lebih nyaman saat dimakan. Tahunya hangat karena baru digoreng saat dipesan, dipotong-potong lalu disajikan di waktu yang sama. Hal lainnya yang membuat gado-gado bu Hadi ini menarik adalah lokasinya. Sekalian wisata belanja lalu berlanjut menikmati wisata kuliner di tempat yang sama.

Lebih dekat dengan gado-gado Bu Hadi 

#8 Ice Cream Parlour Old Dish Tip-Top


 

Ice Cream Parlour dan Old Dish Tip-top merupakan restoran yang dikelola generasi ketiga dan berdiri di jalan Kompleks Kolombo.  Disana ada ice cream rasa rhum yang langka. Sejauh ini hanya Tip Top yang menyediakan es krim seperti ini. Selain itu tempatnya nyaman, relatif sepi, dan adem. Sambil menikmati es krim Anda bisa mendengarkan lagu-lagu jazz. 

Lebih Dekat Dengan Ice Cream Parlour Old Dish Tip-Top

#10 Sego Koyor Bu Parman



Sego Koyor bu Parman jadi solusi lapar saat tengah malam. Warung yang buka di emperan toko ini buka sejak pukul 22.00 - 04.00 WIB bisa jadi jujuga mereka yang tiba-tiba ingin makan super malam. Koyor atau urat sapi di emperan bu Parman rasanya empuk. Meskipun kuahnya terasa kurang berani, namun koyornya sendiri sudah enak. Kuah yang rasanya mendekati gurih itu memang sebaiknya dicampur lauk yang lebih nendang rasanya, seperti telur pedas bumbu Bali atau babat bacem yang manis. Artis sekelas Iwan Fals pun saat di Jogja mampir di warung sego koyor bu Parman.

Lebih dekat dengan sego Koyor bu Parman 

#11 Warung Bakmi dan Rica-Rica Shibitsu




Warung bakmi dan rica-rica Shibitsu populer karena menu rica-rica ayam kampungnya. Daging ayam kampungnya lembut. Rasanya seperti perpaduan antara baceman yang manis dan bumbu rica-rica yang pedas. Warung bakmi ini dinamai Shibitsu karena ada anggota keluarga yang mengalami tuna wicara.  Sambil menikmati mi kuah di warung Shibitsu bisa menghangatkan badan dengan teh yang panas, legi dan kenthel yang dicampur gula batu di dalam teko blirik hijau.

Lebih dekat dengan warung bakmi dan rica-rica Shibitsu 

#12 Sate Petir Pak Nano

Sate petir pak Nano  menyediakan menu yang jumlah lomboknya bisa di-kustom. Bisa dari 2 sampai 25 lombok. Kalau cuma 2 maka gelar yang diberikan adalah murid SD atau sekolah dasar. Bahkan, playgroup. Tapi kalau berani makan diatas 25 lombok maka pak Nano akan menyebut kamu profesor. 

Lebih dekat dengan sate Petir Pak Nano 

#13 Soto Kadipiro



Soto Kadipiro Yogyakarta merupakan soto nostalgia. Banyak pengunjung yang datang lantaran dulu, saat masih kecil diajak ke sana oleh bapak, ibu bahkan simbah-simbahnya. Jadi mengunjungi warung soto ini sekaligus mengenang sejarah perjalanan hidup. Rasa perkedelnya juara, gurih dan tidak berminyak. Lauk dada atau brutu ayam serta tempe bacem juga enak. Meski penuh sesak, namun pengunjung di soto Kadipiro tidak perlu menunggu terlalu lama.

Lebih dekat dengan soto Kadipiro

#14 Sate Mbah Somorejo



Sate kambing mbah Somorejo semakin menarik karena mblusuk. Warung sate kambing mbah Somo, panggilan akrab mbah Somorejo jarang diliput dan diketahui karena lokasinya yang ada di pinggir sawah di daerah Bantul. Dagingnya juga segar dan tidak pregus. Di warung sate klatak mbah Somo tidak menggunakan ruji sepeda seperti pada umumnya. Menurut salah satu putranya, memasak sate menggunakan ruji dikawatirkan menimbulkan reaksi tertentu akibat panas yang ditimbulkan dengan batang ruji yang terbuat dari besi. Karenanya, di warung sate mbah Somo menggunakan bambu yang dirasa lebih aman dan alami.

Lebih dekat dengan sate mbah Somorejo 

#15 Soto Tahu Kemasan



Soto Tahu Kemasan cocok bagi mereka penyuka masakan pedas. Anda bisa meminta jumlah lombok sesuai keinginan. Makanya, saat datang, pemiliknya langsung tanya,"Pedas atau ngga?" Nama lain soto tahu Kemasan ini adalah soto lombok pithes atau soto kemangi. Kuah di soto tahu kemasan ini wangi dan gurih karena menggunakan campuran daun kemangi. 

Lebih dekat dengan soto tahu Kemasan 

#16 Soto Ayam Kampung Pak Slamet 



Soto ayam kampung Pak Slamet justru terkenal karena satenya yang maspuk alias manis dan empuk. Selain rasa sotonya yang luar biasa, sate di warung soto pak Slamet juga enak. Rasanya manis dan teksturnya relatif empuk. Bisa nonton kereta lewat. Sembari menikmati sarapan, biasanya para orang tua mengajak anak-anaknya yang masih balita untuk melihat kereta api yang lewat di samping warung soto. Ya kenyang. Ya sekalian momong si kecil.  Bagi penyuka makanan tradisional, carang gesing di warung soto pak Slamet enaknya luar biasa. 

Lebih dekat dengan soto ayam Pak Slamet 

#17 Mangut Lele Mbah Marto



Warung mangut lele mbah Marto menawarkan varian lain dari menu mangut. Di sini mangut lelenya dibakar dan ditusuk bambu dari dalam. Rasanya juga pedas dan gurih. Tidak cenderung manis seperti mangut lele yang lain. Aneka makanan diambil langsung di dapur dan jika Anda beruntung bisa ketemu mbah Marto yang usianya hampir satu abad. Di warung mangut Lele mbah Marto yang berdiri sejak tahun 1971 ini tidak ada perubahan di dapurnya. Yang berbeda hanya pengunjungnya. Dulu, kebanyakan penduduk sekitar, sekarang justru mereka yang dari Jakarta atau kota besar lainnya dan mendengar kelezatan mangut lele mbah Marto dari mulut ke mulut atau sosial media.

Lebih dekat dengan mangut lele Mbah Marto 

Selamat menikmati dan menyusuri kelezatan kuliner di Jogja saat weekend

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini