Kuliner

Ngopi Ala King Arthur di Seven Stones Coffee Kingdom

Oleh : Trida Ch Dachriza / Selasa, 15 Januari 2019 10:17
Ngopi Ala King Arthur di Seven Stones Coffee Kingdom
Seven Stones Coffee Kingdom-Gudegnet/Trida


Gudeg.net – Dengan suasana ala medieval yang rustic, Seven Stone Coffee Kingdom menawarkan nuansa yang berbeda saat kita nongkrong, atau sekadar ngopi di sini.

Gaya dekorasi ini memungkinkan Christopher, pemilik tempat ini, untuk memanjakan pengunjung dengan dominasi interior batu dan kayu. Tak hanya itu, di smoking area, walaupun area luar ruang, tetap teduh dengan pepohonan rimbun.

“Bentuk medeival, lebih tepatnya di zaman middle-age, zaman King Arthur gitu buat saya menarik bentuknya. Konsep ini juga saya terapkan di nama dan logo Seven Stones, tapi kita bawa sedikit lebih modern tentunya,” jelas Christopher saat ditemui di cafenya.

seven stones

Seven Stones ingin memperkenalkan konsep mereka, di mana tidak hanya minuman kopi saja yang enak di sini, tetapi makanan juga disajikan dengan ‘serius’, tak sekadar ada.

Jadi walaupun menyajikan speciality coffee, Seven Stones juga dapat dianggap sebagai bistro dengan menu makanan unggulan.

Seven Stones memproduksi dan menyediakan bean (biji kopi) sendiri. Tempat ini merupakan roastery/prosesor kopi, jadi dapat menyediakan biji kopi sendiri. Mereka saat ini mengambil biji ekslusif dari Parakan, Temanggung. Biji kopi pilihan mereka adalah full wash arabica.

“Kami saat ini full arabica. Robusta belum kami keluarin, hanya dipakai sebagai campuran untuk minuman yang menggunakan susu,” ungkapnya lagi.

Minuman andalan mereka salah satunya adalah ‘Caramello’, sedangkan untuk makanan, Christofer mengkreasikannya sendiri berkolaberasi bersama chef cafe. Menu ini dinamai ‘Lemon di Amor’.

seven stones lemon

Nama cafe yang buka 22 September 2018 ini, yang harfiahnya berarti tujuh batu, merepresentasikan elemen/sifat manusia. Salah satu dari tujuh batu tersebut ada yang berwarna abu-abu. Batu ini melambangkan keburukan manusia.

Jadi secara keseluruhan, batu-batu ini melambangkan keseimbangan alam semesta. Menurut Christopher, filososfi ini ada di semua nilai budaya bangsa, walaupun dengan wujud/cerita yang berbeda.

Tempat ini bisa dikunjungi setiap hari di Karang Wuni, Caturtunggal, dari pukul 11.00-24.00 WIB. Untuk sementara ini, makanan bisa dipesan dari pukul 18.00 WIB.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM



    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini