Seni & Budaya

Pedagang Pasar Tradisional Sleman Datangi Kantor Gubernur DIY Tolak Perda Swalayan

Oleh : Rahman / Selasa, 29 Januari 2019 19:13
Pedagang Pasar Tradisional Sleman Datangi Kantor Gubernur DIY Tolak Perda Swalayan
Ratusan Pedagang Pasar Tradisional Kabupaten Sleman Mendatangi Kantor Gubernur DIY,(29/1),Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Ratusan pedagang pasar se-Kabupaten Sleman yang tergabung dalam Forum Peduli Pasar Rakyat (FPPR) melakukan aksi damai di Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),selasa(29/1).

Mereka meminta Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk menghentikan atau meninjau kembali  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan untuk wilayah Kabupaten Sleman yang disahkan pada Desember 2018.  

Koordinator FPPR Agus Subagyo mengatakan dampak dari Raperda itu banyak merugikan para pedagang pasar tradisional.

“Perda yang ditetapkan DPRD dan Bupati Sleman Desember 2018 tersebut tidak adil dan tidak mendengarkan apa yang menjadi keluhan para pedagang pasar,” ujarnya.

Oleh karena itu kami datang kesini untuk memohon kepada Gubernur untuk mengkaji ulang Perda itu karena dengan adanya Perda itu para pedangan tradisional merasa tidak diuntungkan. Keuntungan malah lebih tertuju kepada pasar modern atau swalayan, tambahnya.

Mereka berkeyakinan bahwa Perda tesebut akan membuat para pedagang tradisional makin terpuruk dalam kemiskinan dan itu bertentangan dengan Visi Daerah Sleman yaitu Terwujudnya  Masyarakat Kabupaten Sleman yang Sejahtera, Demokratis dan Berdaya Saing.

Agus menuturkan bahwa terdapat kurang lebih 200 toko swalayan dan sebagaian tidak berijin di daerah Sleman. Dan keberadaannya tidak lagi memperhatikan jarak pendiriannya.

“Dalam Perda lama pengaturan jarak antara pasar tradisional dengan swalayan sekitar satu Km akan tetapi pada kenyataannya berjarak sangat dekat sekitar 500 meter,” tegas Agus.

Para pedagang juga mengeluhkan bahwa terdapat penurunan omzet yang sangat drastis akibat dari sepinya pengunjung. "Barang-barang yang dijual di swalayan sama dengan yang ada di pasar tradisional,akibatnya pasar jadi sepi," keluh Suparti padagang Pasar Tradsional Godean.

Dengan aksi damai ini para pedagang pasar tradisional yang bernaung dalam FPPR berharap Gubernur dan Pemerintah Sleman untuk memberikan perlindungan kepada ribuan pelaku ekonomi rakyat, khususnya yang bergerak di pasar-pasar rakyat dan toko lokal.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM



    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Unisi 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini