Seni & Budaya

Lukisan, Koper, hingga Talenan Terpajang di Pameran “Sumarah”

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Kamis, 13 Juni 2019 10:00
Lukisan, Koper, hingga Talenan Terpajang di Pameran “Sumarah”
Pameran "Sumarah" di BBY Yogyakarta, 12 - 20 Juni 2019-Gudegnet/ Wirawan Kuncorojati

Gudeg.net – Seniman Widi S. Martodiharjo menggelar pameran tunggal bertajuk Sumarah pada 12 hingga 20 Juni 2019.

Pameran yang berlangsung di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) ini menandai kepulangan Widi ke Jogja.

“Yang ditampilkan adalah karya dari hasil proses perjalanan saya. Jakarta, Ubud, Bandung, Eropa,” katanya ketika berbincang dengan Gudeg.net usai pembukaan pameran, Rabu (12/6).

Lukisan-lukisan terpajang dinding gallery. Lukisan-lukisan tersebut ia buat dengan “Acrylic and Ballpoint on Canvas”, “Acrylic Ballpoint on Paper, juga “Acrylic Ballpoint on Brown Paper”.

Selain lukisan, ia memamerkan karya dalam bentuk lain. Ia mengatakan, karyanya tidak dibatasi hanya oleh lukisan.

“Semua benda ini adalah karya saya,” ucapnya sambil menunjukkan talenan yang digambar, kertas-kertas, batu, kulit, dan yang lainnya.

“Apapun bisa menjadi karya menurut saya. Karena pesannya adalah kalau kamu berkarya itu tidak usah dibatasin,” ucapnya lagi.

Di tengah gallery, ada ruangan berbentuk persegi yang ia sebut sebagai ‘rumah’. Dalam ruang itulah terdapat benda-benda seperti foto-foto, kertas kerja, koper, sepatu, dan lain-lain. Benda-benda tersebut ada di dinding, di meja, ada pula yang diletakkan di lantai.   

Dalam berkarya, Widi menggunakan bolpoin. “Karena setiap hari kita megang bolpoin dan tidak pernah sadar bisa menjadi sesuatu,” katanya.

Kurator pameran ini, Mikke Susanto dalam katalog pameran menuliskan, filosofi “Sumarah” selain bermakna pada titik pasrah yang total, juga terletak pada upaya untuk melakukan pengembangan kepekaan dan penerimaan, baik melalui tubuh, rasa dan pikiran.

Lebih lanjut Mikke menuliskan, tujuannya adalah untuk menciptakan ruang dalam diri. Menata batin yang sunyi dan berserah diri, untuk dapat mencari dan menggali wujud, ruang yang memberikan ketenangan.

Konsep “rumah”, “pulang”, “diri”, “wujud” adalah dalam rangka untuk mewujudkan kepasrahan yang total tersebut.

“Pulanglah, ke di mana tempat kamu berasal. Ke tanah leluhur, untuk mendapatkan energi yang lebih,” kata Widi.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    Argososro 93,2 FM

    Argososro 93,2 FM

    Argososro 93,2 FM


    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Unisi 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM



    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini