Seni & Budaya

Ratusan Pencinta Campursari Manthous Tumplek di TBY

Oleh : Rahman / Rabu, 25 September 2019 23:04
Ratusan Pencinta Campursari Manthous Tumplek di TBY
Konser Gelar Karya Maestro “MANTHOUS” di Taman Budaya Yogyakarta (TBY),(25/9)Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Ratusan para pencinta musik campursari memenuhi Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada saat digelarnya konser Gelar Karya Maestro “MANTHOUS”, Rabu (25/9).

Konser Gelar Karya Maestro “MANTHOUS ini diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan bertujuan sebagai apresiasi pada salahsatu seniman musik senior Yogyakarta itu.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, Manthous merupakan seniman yang sangat konsisten dijalurnya yaitu musik campursari.

“Pak Manthous layak disebut Maestro Musik Campursari karena konsistensinya sejak awal berkarya hingga akhir hayatnya,” ujarnya.

Aris menjelaskan, sebagai seorang seniman musik tradisional, Manthous telah menelurkan banyak karya seni dan seluruh karya-karyanya tersebut harus dilestarikan. Tujuannya agar seluruh hasil karya Pak Manthous dapat terus dikenang.

“Para generasi muda harus ada yang mampu meneruskan seni musik tradisional campursari ini agar dapat terus berkembang sebagai identitas budaya asli Gunungkidul Yogyakarta,” jelasnya.

Acara yang dimulai pada pukul 19.30 WIB ini membawakan sekitar 20 tembang campursari milik Manthous yang dibawakan oleh para seniman yang terhimpun dalam Grup Campursari Gunung Kidul (CSGK).

Mengawali konser ini Grup CSGK membawakan tembang berjudul Gunung Kidul Handayani dan dilanjutkan dengan tembang Getuk yang merupakan salahsatu tembang terkenal pada awal Manthous berkarya.

Sontak sejumlah penontonpun turut bersenandung memeriahkan konser yang digelar selama dua jam lebih ini.

Konser dilanjutkan dengan tembang Nyidam Sari, Lamis, Anting-anting dan lainnya. Sebagai puncak konser dihadirkan juga penampilan dari salahsatu anak didik Manthous yaitu Dimas Tedjo.

Dimas Tedjo sempat menceritakan pengalamannya selama dididik serta dibimbing oleh almarhum Manthous hingga menjadi penyanyi campursari terkenal.

“Saya kenal Bapak (Manthous) telah lama sekali dan saya adalah generasi terakhir yang diciptakan sebelum beliau meninggalkan kita semua,” tuturnya.

Dimas menambahkan, banyak ilmu dan pelajaran yang didapati seperti belajar musik dan belajar vokal. Tahun 2000 merupakan, tahun dimana dirinya mulai masuk dapur rekaman bersama Manthous.

“Beliau sangat sabar menghadapi saya saat itu, walaupun terkadang beliau marah akan tetapi itu saya jadikan cambuk agar dapat berkembang dan maju. Akhirnya inilah saya sekarang, dapat tampil dan mencari rezeki melalui campusari,” tambah Dimas Tedjo.

Pada konser ini Dimas Tedjo membawakan sejumlah tembang yang pernah melambungkan namanya seperti Amit-amit dan Jamilah.

Pada Konser Gelar Karya Maestro “MANTHOUS ini juga diserahkan sebuah penghargaan dari Dinas Kebudayaan DIY atas karya-karya Manthous. Penghargaan diterima oleh pihak keluarga dari seniman pria yang bernama asli Anto Sugiartono (Manthous) itu.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini