Seni & Budaya

Tarian Klasik Beksan Guntur Segoro Siap Buka Pameran Sekaten 2019

Oleh : Rahman / Kamis, 31 Oktober 2019 19:42
Tarian Klasik Beksan Guntur Segoro Siap Buka Pameran Sekaten 2019
Penari Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridhamardawa melakukan gladi bersih Beksan Guntur Segoro di Pagelaran Kraton Yogyakarta,(31/10),Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Puluhan penari terlihat melakukan latihan terakhir atau gladi bersih Tarian Beksan Guntur Segoro jelang pembukaan Pameran Sekaten di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Kamis (31/10).

Tarian Beksan Guntur Segoro merupakan salah satu tarian klasik milik Kraton Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada  tahun 1700 an dan masih terus hidup hingga saat ini.

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro selaku Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengatakan, ini hari terakhir untuk melakukan segala persiapan Pameran Sekaten yang akan dibuka esok hari tanggal 1 November 2019.

“Hari ini Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridhamardawa melakukan gladi bersih yang terdiri dari empat sesi. Yaitu gladi tarian Beksan Guntur Segoro, Beksan Jebeng, dan Beksan Tugu Waseso,” ujarnya.

KPH Notonegoro menjelaskan, untuk pembukaan Pameran Sekaten tidak hanya akan ada penampilan dari KHP Kridhamardawa akan tetapi akan diisi juga tarian dari institusi pendidikan. Akan ada juga pertunjukan yang sangat istimewa pada gelaran Sekaten tahun ini.

“Semua harus sudah siap untuk pembukaan besok dan akan ada juga kejutan yang menarik yaitu pertunjukan Wayang Orang berseri selama tiga hari berturut-turut. Wayang orang ini sudah menjadi tradisi di dalam Kraton yang belum pernah ditampilkan,” jelas KPH Notonegoro.

Sementara itu Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu menuturkan, persiapan untuk stan dan booth pameran sekaten sudah rampung seluruhnya dan tinggal diisi saja.

“Stan untuk makanan dan minuman kami siapkan di bagian depan Pagelaran Kraton sedangkan booth pameran ada di bagian dalam Pagelaran,” tuturnya.

GKR Hayu menambahkan, stan makanan dan minuman tradisional akan diprioritaskan dan harus tidak banyak menghasilkan sampah atau limbah sisa makanan. Tujuannya agar lokasi Pameran Sekaten 2019 tetap terlihat bersih.

“Kami ingin selama gelaran pameran sekaten ini, lokasinya tetap bersih tidak ada sampah yang berlebihan karena demi kenyamanan kita bersama juga,” tegas GKR Hayu.

Sedangkan untuk pameran sendiri selain manuskrip dan benda pusaka dari Sultan HB I akan ditampilkan juga dua masterpiece yaitu Kanjeng Kiai Tandhu Lawak dan Kanjeng Kiai Al-Quran serta Kereta Nyai Jimat yang belum pernah dikeluarkan dari Museum Kreta Karton Yogyakarta.

“Biasanya pameran seperti ini kami hanya mengeluarkan replikanya namun untuk tahun ini akan sangat spesial karena kami akan mengeluarkan yang aslinya. Tujuannya agar masyarakat juga mengetahui sejarah dari Kraton Yogyakarta,” ungkap GKR Hayu.

GKR Hayu mengajak seluruh warga Yogyakarta untuk datang mengunjungi Pameran Sekaten 2019 ini karena banyak hal yang belum diketahui oelh masyarakat akan dipamerkan disini.

“Warga silahkan datang pada Pamern Sekaten 2019 ini akan tetapi tidak hanya datang dan lihat-lihat saja terus pergi akan tetapi mari bersama-sama kita mempelajari sejarah dari apa yang dipamerkan,” ajak putri ke empat Sultan HB X itu.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM



    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini