Gudeg.net—Dengan lincah dan gemulai ia berlenggok di atas catwalk. Membawakan busana dari tiga desainer ternama sore itu, ia nampak natural dan tidak canggung. Kaki jenjangnya menapak dengan pasti.
Michelle Reverta Harya Putri atau lebih dikenal dengan nama profesionalnya, Mireya adalah dara kelahiran Mojokerto, 12 Mei 2003 yang kini malang melintang sebagai model.
Dengan tinggi 173 cm dan paras yang sangat Indonesia dan memukau, tidak heran profesi ini ia tekuni sejak SMP kelas tiga.
“Dulu tidak tahu tentang dunia modelling, cuma oh modelling tuh kayak gitu. Tapi gak kepincut,” cerita Mireya sambil tersenyum lebar saat berbincang dengan Gudegnet di panggung catwalk yang tengah dibersihkan.
Ia iseng mencoba menjadi model lalu salah seorang gurunya mengatakan ia cocok menjadi model. Ia pun memberanikan diri serius di dunia ini.
Gadis yang hobi menulis cerpen sambil mendengarkan musik ini bercerita bahwa ia menemukan dunia modelling tidak semudah yang ia bayangkan.
“Setelah benar-benar nyemplung ternyata tantangannya banyak,” katanya lagi sambil tertawa kecil. Gadis ini memang banyak tersenyum. Matanya berkilat setiap bercerita tentang pengalamannya.
Ia mengaku bahwa sebenarnya ia adalah pribadi yang tertutup dan pemalu. Namun, di dunia modelling ia harus mengatasi hal tersebut agar tidak menjadi masalah. Ia belajar untuk menjadi lebih terbuka dan berani.
“Mau nggak mau harus nunjukkin ‘ini aku’,” ujarnya lagi.
via Instagram @mireya.reverta|Photo by @torikdanumaya|Styling @shinosjournal|Make up @vagueskin|Hair @cosmelynn
Belum lama ini ia berada di Jakarta untuk pemotretan sampul majalah Dewi untuk sampul bulan Oktober. Lucunya, saat berangkat hingga usai pemotretan Mireya tidak tahu kalau ia dipotret untuk sampul.
Mungkin malah beruntung dia tidak mengetahuinya. Selama pemotretan hanya senang yang ia rasakan. Sebelumnya bungsu dari dua bersaudara ini sudah pernah dipotret untuk majalah Dewi untuk fashion spread.
Ia menikmati pengalaman bertemu dan berkenalan dengan orang baru seperti makeup artist, stylish, fotografer, maupun rekan model yang lain. Ia senang dengan pengalaman sibuk bolak-balik Jakarta-Jogja untuk menekuni profesinya.
Berusia remaja belia tidak berarti dia miskin pengalaman. Tergabung bersama Balitar Agency setelah lulus dari Arby Vembria Modelling School, ia sudah pernah membawakan busana oleh Tangan di Jakarta Fashion Week, Toton The Label oleh Toton Januar juga di Jakarta Fashion Week, Lulu Lutfi Labibi, dan lainnya.
Siswi SMA Stella Duce 1, Yogyakarta ini mengaku sering izin dari sekolah demi pekerjaannya. Beruntung baginya, sekolah dan orangtuanya mendukung ia untuk sukses menjadi model.
Kirim Komentar