Berita

Terjadi Rekahan di Puncak Merapi, Magma Semakin Dekat Permukaan

Oleh : Rahman / Senin, 30 November 2020 09:26
Terjadi Rekahan di Puncak Merapi, Magma Semakin Dekat Permukaan
Gunung Merapi mengeluarkan asap tipis terlihat dari Kinahrejo, Cangkringan, Sleman (2020)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Selain menunjukan aktivitas guguran yang makin intensif, Gunung Merapi mengalami perkembangan rekahan yang menunjukan magma sudah semakin mendekati permukaan.

Sejak dinaikan status menjadi siaga, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus memantau perkembangan Gunung Merapi.

“Terjadi crack atau rekahan di kawah lava paska erupsi 2010 dan 2018, perkembangannya menunjukan magma sudah semakin dekat dan tinggal menunggu terbentuknya kubah di permukaan,” ujar Agus Budi Santoso, Kepala Seksi Gunung Merapi pada keterangan persnya yang diterima Gudegnet, Senin (30/11).

Terlihatnya perkembangan rekahan yang terjadi di Gunung Merapi merupakan hasil dari pemantauan visual BPPTKG dengan menggunakan sejumlah metode.

Metode yang digunakan di antaranya dengan menerapkan teknologi mutakhir fotogrametri dan teknologi penginderaan jauh melalui satelit.

“Perkembangan rekahan tersebut di dapat dari hasil foto satelit Merapi terbaru yang menunjukan peningkatan pemekaran tubuh akibat desakan magma dari dalam yang cukup kuat,” jelasnya.

Tujuan dari pemantauan dengan sejumlah metode tersebut agar dapat memberikan kepastian seberapa besar ukuran atau cepatnya perkembangan Merapi saat ini.

Setelah ditetapkan siaga pada 5 November lalu, Agus mengungkapkan, Merapi dipantau dengan menggunakan sekitar 35 stasiun kamera yang berada di sekelilingnya.

“Selain itu, kami juga memantau Merapi dengan 9 staisun kamera DSLR dan 2 kamera thermal dan hasilnya sebagai pengganti sktesa yang mengukur perubahan morfologi secara spasial,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih perspekstif, BPPTKG juga menggunakan metode teknologi drone agar menjangkau daerah yang sulit.

Pengambilan data drone dilakukan secara berulang agar dapat membantu analisis perubahan morfologi dari waktu ke waktu.

“Pemantauan menggunakan drone telah dilakukan intensif sejak menjelang erupsi 2018 dan hingga saat ini. Dengan teknologi ini perhitungan volume kubah jadi lebih akurat karena dihitung 3 dimensi,” tuturnya.

Dengan adanya pergerakan magma yang mendekati permukaan, Agus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar mengahadapi aktivitas Merapi yang meningkat.

“Masyarakat tetap tenang, kita berikan waktu kepada Merapi untuk berekspresi karena selama ini sudah memberikan manfaat yang luar biasa kepada kita semua. Dan tetap jaga jarak aman dari ancaman bahaya erupsi sejauh 5 Km dari puncak,” imbaunya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini