Gudeg.net - Dinas Kebudayaan DIY menyelenggaranan ‘Gelar Karya Anugerah Kebudayaan DIY 2020’ pada Senin dan Selasa (15-16/3). Diselenggarakan secara daring, acara ini menghadirkan para penerima anugerah kebudayaan tahun 2020.
Dilansir dari laman budaya.jogprov.diy, gelar karya merupakan kegiatan yang dilakukan agar para penerima penghargaan Anugerah Kebudayaan DIY dapat melakukan kajian, pembinaan, inventarisasi, dan aksi-aksi budaya lainnya, dalam rangka memperlebar cakupan keahlian dan juga menjadi bagian dari kerja-kerja regenerasi kebudayaan DIY kepada publik, dan khususnya kepada warga masyarakat DIY.
Para penerima anugerah kebudayaan hadir dalam tujuh sesi. Pada hari pertama, talkshow dengan seniman lukis Nasirun dihadirkan sebagai pembuka. Selanjutnya, hadir Garin Nugroho dan Shaggydog.
Garin dalam kesempatan tersebut antara lain menyampaikan kiat untuk menjaga eksistensi. Ia sendiri telah berkecimpung di dunia film selama 40 tahun.
“Kesempatan itu tidak pernah sempurna. Yang ada kesempatan kecil yang disempurnakan perlahan-lahan, di-progres,” katanya, Senin (15/3).
Ia juga menyampaikan bahwa kegagalan tak perlu dihitung. “Kegagalan itu jangan dihitung, itu di-reference, tidak jadi beban,” katanya. Kemudian, menurut Garin, penting untuk membaca zaman terus menerus.
Berikutnya, ada edukasi mengenai pengelolaan seni tradisi tulis dan teater oleh Purwadmadi dan Susilo Nugroho atau yang dikenal dengan Den Baguse Ngarso.
Talkshow dan workshop online bersama Theresia Suharti mengawali hari kedua. Berikutnya, acara dilanjutkan dengan sesi pameran virtual bangunan cagar budaya warisan budaya penerima Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY tahun 2020.
Acara dilanjutkan dengan sarasehan adat bersama para pelestari adat Pametri Wiji, diikuti dengan pemutaran video penerima Anugerah Kebudayaan Kategori Adat lainnya. Gelar karya ditutup dengan Room Tour bersama budayawan yang juga atsitek, yakni Eko Purwanto. Acara ini dapat disaksikan di kanal Youtube Dinas Kebudayaan DIY.
Kirim Komentar