Gudeg.net - Dinas Kebudayaan Kulonprogo menggelar Fragmen Tari Mahabarata Suroloyo Wrehaspati pada Senin (21/6). Acara ini disiarkan langsung dari Hyatt Regency Yogyakarta, dapat disaksikan melalui kanal Youtube Dinas Kebudayaan Kulonprogo.
Dalam fragmen tari tersebut, dikisahkan Suroloyo mengalami goncangan hebat oleh bala tentara negara Dahulagiri Himalaya. Lembu Andini, Cingkarabala dan Balaupata ditunjuk menjadi duta pamungkas untuk menyelesaikan tugas dari ayahnya, Prabu Pattanam, untuk meminta kedudukan raja diraja dewa kahyangan.
Di luar dugaan Prabu Pattanam, Sang Hyang Manikmaya ternyata tidak bisa dianggap enteng. Ia sangat sakti dan sulit ditundukkan. Justru lembu Andini, Cingkarabala dan Balaupata dapat ditundukkan dengan mudah.
Tim produksi sendratari ini terdiri dari seniman-seniman Kulonprogo. Bupati Kulonprogo, Drs. H. Sutedjo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pertunjukan ini merupakan bagian dari upaya untuk membina dan mengembangkan seni budaya tari, yang diharap akan ikut mendukung pengembangan obyek-obyek wisata di Kabupaten Kulonprogo.
Ia menambahkan, Sendratari Sugriwa Subali yang dipentaskan berkali-kali di area obyek wisata Goa Kiskendo, tidak kalah bagus dengan Sendratari Ramayana yang ada di Prambanan.
"Oleh karena itu ketika Suroloyo kemudian muncul sendratari khusus ikonnya Suroloyo, yaitu dengan Suroloyo Wrehaspati ini, kami berharap ini juga bisa mengembangkan lagi obyek wisata ini dari sisi budayanya," kata Sutedjo.
Suroloyo merupakan salah satu puncak tertinggi di Pegunungan Menoreh, dengan ketinggian sekitar 1.019 meter di atas permukaan laut. Dari tempat ini wisatawan dapat menyaksikan pemandangan menawan dari ketinggian, termasuk obyek wisata Candi Borobudur.
Kirim Komentar