Gudeg.net - Festival Museum Yogyakarta dibuka pada Sabtu (7/8). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati genap 50 tahun Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY.
Festival tersebut berlangsung hingga 12 Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Museum Indonesia. Acara pembukaan digelar dengan rangkaian acara potong tumpeng dan webinar "Peran Museum di Industri Pariwisata".
Ketua Panitia GKR Bendara dalam sambutannya menyampaikan, Barahmus telah berbuat banyak dalam perjalanannya selama 50 tahun di kancah permuseuman DIY dan Indonesia.
"Perjalanan yang panjang dan berliku itu patut dikenang dalam sebuah perayaan, dengan kondisi pandemi yang dialami Indonesia dan negara lain di dunia, menjadi tantangan yang harus dihadapi, bukan hanya oleh masyarakat museum tapi juga oleh seluruh museum di penjuru dunia," ucapnya sebagaimana dikutip laman jogjamuseums.org, Sabtu.
Oleh karena itu, lanjutnya, memanfaatkan teknologi dengan menyelenggarakannya secara daring adalah pilihan bijak. Hal ini membuktikan bahwa museum yang selalu dianggap kuno dan masa lalu, juga bisa melangkah ke depan dan berbaur dengan kemajuan teknologi.
Rangkaian acara Festival Museum Yogyakarta terdiri dari pembukaan, tapak tilas, seminar internasional yang menghadirkan pembicara dari museum-museum ternama dunia, gelaran Jogja Museum Expo, Museum Performance, Peluncuran Buku 50 Tahun Barahmus, juga penutupan yang akan dimeriahkan pergelaran ketoprak dengan lakon Pradnaparamitha.
Dalam rangkaian ulang tahun ke-50 ini, diluncurkan website Barahmus yang beralamat di www.jogjamuseums.org. Website ini akan menjadi pintu gerbang bagi pencinta sejarah di berbagai belahan dunia, untuk mengenal dan mempelajari museum-museum di Yogyakarta.
Semua kegiatan digelar secara daring. Info lebih lanjut dapat dilihat di laman resmi Festival Museum Yogyakarta 2021, www.jogjamuseumexpo.com.
Kirim Komentar