Seni & Budaya

Disbud Kota Yogya Gelar Kompetisi Alih Manuskrip pada Momen Hari Aksara Internasional

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Jumat, 10 September 2021 10:51
Disbud Kota Yogya Gelar Kompetisi Alih Manuskrip pada Momen Hari Aksara Internasional

Gudeg.net- Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggelar Kompetisi Bahasa dan Sastra dengan mengusung tema "Aksara Jawa Anjayeng Bawana". Rangkaian kegiatan final bertepatan dengan momentum Hari Aksara internasional yang jatuh pada 8 September 2021.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Yogyakarta Kota Hanacaraka. Kompetisi Alih Manuskrip merupakan mata kompetensi baru yang diselenggarakan tahun ini oleh Disbud Kota Yogyakarta. Kompetisi ini melibatkan para pegiat dan praktisi budaya yang berkompeten di bidangnya. 

Aspek yang dinilai dalam Final Alih Manuskrip antara lain ketepatan penulisan aksara Jawa, keindahan goresan aksara Jawa, keindahan goresan aksara, keindahan wedana renggan, pemilihan simbol dalam wedana renggan, dan makna yang terkandung dalam wedana renggan. 

"Setelah kami wawancarai, ternyata para peserta ini tidak sembarangan ketika membubuhkan ilustrasi sebagai ornamen hias pada kertas kerja mereka. Pengetahuan tentang budaya dan kemampuan riset mereka tentang naskah ternyata sangat baik," kata salah satu juri Fajar Wijanarko, sebagaimana dikutip dalam laman kebudayaan.jogjakota.go.id, Rabu (8/9). 

Dalam pemilihan ornamen hias, lanjutnya, para peserta juga menampilkan unsur-unsur kebudayaan seperti membubuhkan ornamen batik, keris, ukir, dan lain sebagainya. 

Fajar optimistis para peserta mampu melestarikan manuskrip yang bukan hanya secara fisik tetapi juga secara pemahaman terhadap isi naskah. 

"Meski prosesnya sangat panjang dan tidak bisa dilakukan dalam tempo singkat, tapi bila dilihat dari tangible value yang coba mereka hadirkan, tampaknya ereka memiliki kemampuan untuk menjadi agen pelestari kebudayaan secara luas," katanya. 

Sementara itu Kepala Disbud Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, kesastraan Jawa, terutama aksara Jawa bukan hanya berhenti pada konsep dan diskusi tentan paugeran tata tulis saja, namun bagaimana kita membangun sistem dan menyusun strategi untuk mengembalikan marwah orang Jawa yang berbahasa Jawa dan beraksara Jawa. 

"Perlu gerakan bersama membuktikan eksistensi aksara Jawa kepada dunia. Bahwa aksara Jawa masih aktif digunakan oleh masyarakat Jawa," kata Yetti.

Yetti berharap melalui kegiatan ini aksara Jawa semakin dikenal dan menjadi salah sartu bentuk aksara untuk saling berkomunikasi, baik melalui media sosial, maupun sebagai bentuk sebuah karya. 

Lima pemenang kompetisi Alih Manuskrip adalah Ahmad Firial Kardias, Danang Rusmandoko, Fransiska Deiss Ayu Arsanti, Suwandi SS, dan Nabila Khairunnisa. 


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    JOGJAFAMILY

    JOGJAFAMILY

    JogjaFamily 100,9 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini