Gudeg.net - Langgeng Art Foundation (LAF) bersama Selatan Klub menggelar pameran bertajuk "Truth or Dare" di Langgeng Art Foundation pada 18 September-18 Oktober 2021. Pameran ini memamerkan karya 10 seniman.
Para seniman tersebut adalah Ade Dhinus, Chairol Imam, Krismarliyanti, Mira El Amir, Rawraw, Tri Pandong, Tehato, Wisnu Aji K, Yula Setyowidi, Yusi.
Tajuk pameran, Truth or Dare yang diusung dalam pameran ini berkaitan dengan teknologi. "Pameran yang digagas oleh teman-teman selatan.klub kali merupakan hal yang cukup umum, mempertanyakan posisi seniman dalam jagad teknologi. Lebih tepatnya, akankah tajuk ini mampu menghasilkan kekuatan gagasan pun eksplorasi artistik yang berdaya kontemplatif," kata penulis pameran Achmad Fiqhi dalam tulisan pengantarnya.
Bagi Fiqhi, truth or dare jika disederhanakan laiknya pilihan untuk jujur atau mengambil tantangan. Menurutnya, karya yang diikutkan para seniman memiliki kekuatan gagasannya masing-masing.
Sejumlah seniman mengangkat tema seputar media sosial. Salah satu seniman, Wisnu Aji Kumara memamerkan karya berjudul Just imagine.
Dalam karya tersebut ia menggambarkan beragam emoticon. Pada keterangan mengenai konsep karya dalam katalog pameran dijelaskan, dalam dunia maya sering kali kita mencoba menampilkan diri kita menggunakan berbagai macam karakter berupa avatar maupun emoji.
"Namun sadarkah kita bahwasanya sering kali tanpa disadari setiap image yang coba kita hadirkan sejatinya tetaplah tidak dapat menggantikan orisinalitas kita dalam kehidupan nyata," terangnya.
Ia melanjutkan, perwakilan-perwakilan itu seringkali menipu diri kita maupun orang lain. Pemilihan bahwa "ini aku" maupun "ini bukanlah aku", lanjutnya, tidak pernah terjadi secara mutlak dan sejalan, karena sering kali hal truth or dare dalam media sosial mengalami berbagai macam negosiasi. "Jangankan di sosial media, dalam kehidupan nyata saja kita kerap kali mengalaminya," katanya.
Seniman lain, Tehato, menampilkan karya terinspirasi dari lagu Radiohead, "Paranoid Android". Karya yang dibuat dengan acrylic on canvas tersebut berjudul sama dengan judul lagu grup band dari Inggris tersebut.
"Secara tidak sadar ada ambisi untuk mendapatkan atensi dan validasi dengan cara mentransformasi bentuk hingga pikiran kita yang berganti-ganti dan cepat mengikuti arus perkembangan informasi atau bahkan sebuah trend," terangnya dalam katalog pameran.
Selain itu, ada pula sejumlah karya yang terinspirasi dari kondisi pandemi, juga tema lain. Di samping karya di atas kanvas, ada pula karya berbentuk boneka beruang yang berbahan pigmented concrete.
Langgeng Art Foundation beralamat di Jalan Suryodiningratan No.37, Mantrijeron, Yogyakarta. Galeri buka Senin - Sabtu pukul 11.00-16.00.
Kirim Komentar