Seni & Budaya

'Cek Ombak #1' Pamerkan Karya 22 Seniman

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Rabu, 22 September 2021 16:10
'Cek Ombak #1' Pamerkan Karya 22 Seniman
"Rongga & Penuh #1" karya Rawraw dalam Pameran Cek Ombak #1 di Langgeng Art Foundation - Gudegnet/ Wirawan K

Gudeg.net - Langgeng Art Foundation (LAF) menggelar pameran Cek Ombak Group Exhibition pada 17 September - 17 Oktober 2021. Pameran ini memajang karya 22 seniman. 

"Pameran bersama 'Cek Ombak' mengambil semangat dan ikhtiar untuk membaca tanda-tanda. Itu bisa berarti banyak hal; melihat peluang, meneropong harapan, menebar jaring perkawanan. Atau justru jadi jalan menempa diri sendiri," terang LAF dalam surel yang diterima Gudegnet pekan lalu.

Perupa yang berpartisipasi dalam pameran ini yakni Agung Nugroho, Agung Tato, Andi Acho Mallaena, Danni Febriana, David Rivaldo, Desy Gitari, Dicko Ayudya, Faisal Azhari, Gusmen Heriadi, Herru Yoga, Rahayu Retnaningrum, Rawraw, Rizal Misilu, Syam Terrajana, Tan Maidil, Tito Tryamei, Valdo Manullang, WA Santos, Wisnu Aji K, Yayat Gokilz, Zalfa Robby.

Penulis  pameran Bambang Muryanto dalam tulisan pengantarnya pada katalog pameran mengatakan, cek ombak bisa dimaknai sebagi suatu perilaku ketika orang ingin melihat dampak dari suatu tindakan yang akan dilakukannya. 

"Namun istilah ini juga bisa bermakna meneropong ke depan untuk melihat apa yang akan terjadi. Apa yang terbaik dan harus dilakukan seseorang atau kelompok dalam situasi tertentu?," katanya.

Karya yang dipamerkan mayoritas adalah lukisan, salah satunya "Ritme Kekuasaan" karya Agung Nugroho. Mengenai karya ini, Bambang menyampaikan, penguasa digambarkan sebagai sosok makhluk misterius bertubuh tinggi besar.

"Sosok yang berdiri dengan posisi seperti tokoh wayang kulit ini mengenakan mahkota dan memiliki tiga mata yang berguna untuk mengawasi rakyat jelata," katanya.  

Pameran ini, lanjut Bambang, seperti ingin mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati pada masa pandemi Covid-19. "Banyak orang atau kelompok yang 'berhati besi--mengingatkan pada karya mixed media dari Agung Tato yang berjudul "The Heart of Machine"-sehingga tega memanfaatkan situasi sulit ini untuk keuntungannya sendiri," katanya lagi. The Heart of Machine sendiri merupakan karya yang mix media yang dibuat dari rubber dan iron. 

Ada pula karya yang dibuat dari pigmented concrete, yakni Rongga & Penuh #1 karya Rawraw. Karya lain, "Menuju Tanah Perjanjian" oleh WA Santoso, berupa instalasi mixed media on canvas.  

LAF beralamat di Jalan Suryodiningratan No. 37, Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Galeri ini buka setiap Senin - Sabtu pukul 11.00-16.00.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RAKOSA 105,3 FM

    RAKOSA 105,3 FM

    Rakosa 105,3 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini