Seni & Budaya

Gelaran Macapat Semarakkan HUT ke-265 Kota Yogyakarta

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Senin, 04 Oktober 2021 12:23
Gelaran Macapat Semarakkan HUT ke-265 Kota Yogyakarta
Dok. Disbud Kota Yogya

Gudeg.net - Berbusana Gagrak Ngayogyakarta lengkap, seniman macapat Kota Yogyakarta tak ketinggalan dalam menyambut perayaan HUT Kota Yogyakarta ke-265.  Pada Senin hingga Kamis (4-7/10) mereka menggelar pertunjukan seni sastra Macapat di Pendopo Ndalem Ngabean Jln. Ngadisuryan No 6. Kraton Yogyakarta, dengan protokol kesehatan yang ketat.

Di area ruang pendopo yang bernuansa klasik Jawa, para seniman Macapat melantunkan Panembromo. Seperangkat gamelan Jawa Slendro Pelog, ditabuh oleh para wiyaga mengiringi lantunan tembang yang dilagukan empat-empat atau memiliki jeda pada setiap empat suku kata. 

Mereka melantunkan sebelas tembang Macapat: Dhandhanggula, Sinom, Durma, Pangkur, Asmaradana, Kinanthi, Mijil, Megatruh, Gambuh, Maskumambang dan Pocung.

“Gelar Macapat ini rutin diagendakan setiap tahun oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Bertepatan dengan momentum agenda HUT Kota Yogyakarta tahun 2021 ini, kegiatan mengusung tema Mahargya Ambal Warsa Kaping 265: Projo Ngayogyakarta 7 Oktober 1756 – 7 Oktober 2021”, kata Kasie Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima Gudegnet, Senin (4/10). 

Agenda ini juga menghadirkan praktisi seniman sastra Macapat, Dr Ratun Untoro, M.Hum; Muhammad Bagus Febriyanto, S.S., M.Hum, Slamet Nugroho, S.Pd dan juga KMT Wasitohadibroto.

Ismawati mengatakan, “Tanggap terhadap situasi, seniman yang tergabung dalam Paguyuban Macapat Kota Yogyakarta ini juga menyesuaikan dengan tembang Macapat yang mereka bawakan, di antaranya berlirik lagu tentang situasi pandemi dan juga tentang perayaan HUT Kota Yogyakarta”. 

Hal ini selaras dengan tema HUT Kota Yogyakarta 2021, "Tanggap Tanggon Tuwuh". Ia menambahkan, sudah hampir dua tahun situasi pandemi berlangsung, seniman Macapat Kota Yogyakarta juga terus tanggap menyesuaikan diri dengan kondisi. Agenda-agenda yang sebelumnya rutin mereka gelar untuk bersama-sama melantunkan tembang Jawa, digelar dengan menyesuaikan situasi. 

Sementara itu Ketua Paguyuban Macapat Kota Yogyakarta, KMT Projosuwasono mengatakan, Macapat adalah wujud karya seni, sebagaimana seni suara atau vokal. 

Di dalam macapat, lanjutnya, terdapat aturan-aturan yang harus diperhatikan dan tidak boleh ditinggalkan, seperti: pupuh, titi laras, gatra, wilanganing  wanda, dan pedhotan. 

“Tembang Macapat ini keberadaanya dimulai sejak jaman Kerajaan Demak. Dahulu diciptakan oleh para ulama atau para wali sebagai sarana menyebarkan agama Islam,” katanya.  

Gelar Macapat ini diharap menjadi sarana untuk melestarikan tembang Macapat dan juga menumbuhkan rasa cinta terhadap seni sastra Jawa di Kota Yogyakarta. 


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    JOGJAFAMILY

    JOGJAFAMILY

    JogjaFamily 100,9 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini