Seni & Budaya

Forum Mahasiswa Minang ISI Gelar Pameran 'Minangkarta'

Oleh : Rahman / Kamis, 20 Januari 2022 14:39
Forum Mahasiswa Minang ISI Gelar Pameran 'Minangkarta'
Pengunjung mengamati salah satu karya yang dipajang pada pameran After Mooi Indie #4 Minangkarta di Galeri R.J. Katamsi ISI Yogyakarta, Kamis (20/1)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Forum Mahasiswa Minang (Formisi) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar pameran seni rupa bertajuk After Mooi Indie #4 Minangkarta di Galeri R.J. Katamsi ISI Yogyakarta.

Pameran yang diikuti oleh 54 seniman yang terdiri dari mahasiswa dan alumni Formisi ISI tersebut berlangsung mulai tanggal 19-28 Januari 2022.

Ketua Pelaksana pameran Firdaus mengatakan, pameran ini diikuti mahasiswa yang berasal dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Seni Rupa, Fakultas Media Rekam dan Pertunjukan.

“Pameran atau kegiatan ini merupakan bentuk dari pengabdian kami sebagai anak rantau Minang yang menimba ilmu di ISI,” ujar Firdaus di lokasi pameran, Kamis (20/1).

Tujuan dari pameran ini adalah memperkenalkan karya-karya dari mahasiswa Minang di ISI kepada masyarakat Yogyakarta, sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu Minangkarta.

Menurut Firdaus, Minangkarta sebagai tema pameran merupakan sebuah nama yang dirangkai untuk menjelaskan hal-hal tentang adaptasi, akulturasi dan urbanitas.

“Dapat juga diartikan sebagai bentuk pembelajaran bagi perantau Minang yang berkembang di Yogyakarta. Perantau harus dapat beradaptasi untuk dapat tetap bertahan dan maju namun tidak melupakan akan Yogya itu sendiri,” tuturnya.

Pameran yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya ini tidak hanya menampilkan karya seni lukis namun juga ada seni instalasi, seni cetak kain, seni patung dan lainnya.

Karya-karya yang dipajang juga terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Yang menarik adalah seni cetak kain yang bermotifkan perpaduan antara seni Minang dan Yogyakarta.

“Ada juga beberapa karya yang dihasilkan atas proses akulturasi dua daerah dan semoga dapat diterima di semua lingkungan masyarakat,” kata dia.

Kurator pameran Riski Januar, menyampaikan, pameran ini merupakan bentuk dari konsistensi dan kebutuhan para seniman berkumpul yang didasari oleh kesamaan daerah asal, bahasa dan etnis.

“Bagi Formisi, ide dan gagasan berkesenian adalah tantangan zaman, di mana seniman muda Minang harus bisa beradaptasi dengan arus globalisasi. Dan pada pemeran ini, mereka membuktikannya,” ungkap dia.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini