Seni & Budaya

Intaglio. Dari Cetakan pada Uang Kertas hingga Karya Seni.

Oleh : Moh. Jauhar al-Hakimi / Selasa, 19 September 2023 15:47
Intaglio. Dari Cetakan pada Uang Kertas hingga Karya Seni.
Mujirun (topi hitam) memberikan penjelasan tentang proses engraving (mengukir) dan pencetakan uang kertas saat pembukaan PSGY 2023, Sabtu (16/9) sore. (Foto : Moh. Jauhar al-Hakimi)

Gudeg.net – “Dalam pecahan uang kertas menggunakan teknik cetak secara berlapis. Ada cetak offset (datar), intaglio (dalam) serta relief (tinggi). Adanya Intaglio, uang kertas memiliki tekstur yang bisa diraba. Begitupun penggunaan kertas khusus. Ditambah lagi cetakan Blind Code untuk memudahkan masyarakat khususnya penyandang tuna netra mengenali keaslian uang tersebut. Itu semua untuk pengamanan uang kertas.”

Kalimat tersebut disampaikan Mujirun –pensiunan engraver Perum Peruri- saat ditemui Gudeg.net pada pembukaan Pekan Seni Grafis Yogyakarta (PSGY) 2023, Sabtu (16/9) sore di Kiniko art room.

Karya engraving Mujirun yang digunakan sebagai base pecahan mata uang kertas Rp. 5.000,00 tahun emisi 1986. (Foto : Moh. Jauhar al-Hakimi)

Jika Anda mengamati uang kertas, meterai, perangko, ataupun dokumen penting semisal paspor, dan saat meraba kertasnya Anda menemukan permukaan yang kasar itulah salah satu ciri dari hasil cetak dengan teknik cetak dalam (intaglio) sebagai salah satu pengamannya.

Sebagai salah satu teknik cetak dalam seni grafis, etsa dan gravir merupakan teknik penting dalam sejarah seni grafis barat (old master prints) dan hingga saat ini masih digunakan, selain karena detail serta tekniknya terutama dalam hal yang tidak bisa dipenuhi dengan teknik cetak konvensional lainnya berkaitan dengan kebutuhan atau standar keamanan dalam mencetak Banknotes. Dalam bahasa sederhana, uang kertas memiliki nilai lebih tinggi dari cetakan kertas lainnya.

Ngayojokarto – engraving di atas kertas/second stage (5/8) – 28 cm x 38 cm – Lulus Setio Wantono – 2023. (Foto : Moh. Jauhar al-Hakimi)

Pada uang kertas  ataupun kertas dokumen penting lain semisal paspor, kertas giro-cheque, dan sejenisnya  dibutuhkan beberapa security semisal tekstur,  micro-text,  depth (kedalaman tekstur),  security ink.

Sampai saat ini kebutuhan pengamanan dalam pencetakan (security printing) untuk kertas-kertas dokumen penting belum bisa dipenuhi oleh teknologi cetak konvensional modern seperti offset atau digital dan masih menggunakan teknik cetak dalam intaglio. Beberapa teknik cetak dalam yang sering digunakan oleh seniman grafis/pegrafis diantaranya gravir, etsa, mezzo-tint, drypoint, aquatint.

Dalam perbincangan Mujirun menjelaskan garis besar proses pembuatan pecahan mata uang kertas. Diawali dengan rencana Bank Indonesia (BI) untuk memberikan penghargaan kepada pahlawan untuk digunakan sebagai pecahan mata uang yang memesan kepada Perum Peruri sebagai lembaga yang diberikan tugas mempersiapkan keseluruhan proses hingga siap dicetak. Melalui materi foto/imaje yang dioleh oleh desainer BI menjadi desain akhir, setelah desain final tersebut disetujui BI kemudian dipisahkan sesuai peruntukan pencetakannya : cetak offset (cetak datar) ataupun cetak intaglio (cetak dalam).

Pengunjung mengamati karya Affandi (drypoint/kiri), Nyoman Gunarsa (aquatint/tengah), Y Eka Suprihadi (drypoint/kanan). (Foto : Moh. Jauhar al-Hakimi)

“Saya menangani desain yang khusus untuk diukir (engrave). Dari desain terpilih dikompetisikan pada engraver yang ada di Peruri. Setelah terpilih satu karya engrave, karya engrave yang lain dimusnahkan untuk menghindari desain engrave yang kembar dari beberapa engraver.” Jelas Mujirun.

Hingga pensiun tahun 2009 Mujirun telah membuat engrave pecahan mata uang kertas sebanyak 13 engrave yang digunakan sebagai master intaglio yang dibuatnya berupa pecahan Rp. 50.000 sebanyak 3 master, pecahan Rp. 20.000 (2 master), Rp. 5.000 (3 master), Rp. 1.000 (3 master), Rp. 500 (1 master), dan Rp. 100 (1 master).

“Untuk mata uang dengan tahun emisi sebelum 2016 semua menggunakan engrave manual, setelah itu master engrave menggunakan komputer langsung (computer to plate).” imbuh Mujirun.

Selain yang disampaikan pada awal tulisan, Mujirun menjelaskan ada banyak pengaman pada pecahan mata uang kertas agar tidak dipalsukan diantaranya rectoverso dimana cetakan muka satu dengan muka baliknya sangat presisi sehingga sebuah gambar akan terlihat seperti ornamen yang tidak beraturan baik dilihat di bagian depan atau belakang namun apabila diterawang akan membentuk sebuah gambar yang utuh.

“Untuk proses engrave semua pure manual. Satu garis berukuran 1 mm bisa saya belah menjadi 5 garis. Secara teknis itu masih bisa dibelah lagi menjadi 6, namun itu berisiko saat dicetak.” papar Mujirun.

Untuk bisa lulus menjadi engraver diperlukan waktu 6-9 tahun. Lima tahun belajar berbasis seni rupa, 3-4 tahun untuk tahap aplikasi engrave. Mujirun menceritakan baru tahun ke-6 dia baru diijinkan untuk ikut kompetisi membuat engrave.

“Desainer bisa setiap tahun lahir, tidak demikian dengan engraver. Saat saya masih aktif hanya ada 5 engraver di Peruri. Selama 5 tahun aktivitas hanya belajar engrave : anatomi, garis/line, dan hal teknis berkaitan dengan engrave.” pungkas Mujirun.

Cetak dalam adalah proses mencetak dalam seni grafis dengan memanfaatkan bentuk yang dalam dan tidak rata yang berasal dari plat untuk menghasilkan bentuk karya gambar. Plat tersebut biasanya berupa lempengan logam yang digores baik secara manual maupun menggunakan bantuan bahan kimia agar didapatkan goresan untuk menampung tinta warna. Tinta warna yang ada pada goresan tersebut nantinya dipindahkan ke dalam media cetak. Kedalaman yang berbeda itulah yang menimbulkan efek gradasi, ketebalan warna, bahkan tekstur pada hasil cetaknya.

Screen Shots of Writing in the Rain No. 5 – photo etching di atas kertas – 29,5 cm x 79 cm – FX Harsono – 2012. (Foto : Moh. Jauhar al-Hakimi)

Saat pembukaan pameran dosen Seni Grafis ISI Yogyakarta yang menjadi kurator PSGY 2023 Bambang Toko Witjaksono menjelaskan pameran keseluruhan mempresentasikan karya grafis (printmaking) menggunakan teknik cetak datar melalui sistem undangan sebanyak 28 seniman grafis yang selama ini berkarya dengan menggunakan teknik cetak dalam (intaglio) serta 20 seniman aplikasi yang dipilih melalui sistem open call.

“Turut dipamerkan beberapa karya koleksi seniman. Karya Affandi salah satunya yang saat ini menjadi koleksi perupa Edy Sulistyo. Ini ceritanya menarik. Ketika itu Affandi berkunjung ke kampus ASRI –di Gampingan, Wirobrajan- diantar cucunya oleh Sun Ardi (dosen grafis ASRI) dan saat itu juga Affandi langsung membuat karya drypoint. ” papar Bambang Toko.

Bambang menjelaskan Affandi menggambar langsung wajahnya di cermin sebagai master (matriks) cetaknya. Secara cetakan masih ada beberapa hal yang tidak pas (kurang presisi dan tanda tangan masih terbalik). Namun peristiwa tersebut menjadi catatan sejarah penting dimana Affandi untuk pertama kali mencoba teknik cetak dalam drypoint. Ini menjadi penanda sekaligus pengaman –yang dikuatkan dengan surat dari Sun Ardi- sekiranya ada yang menawarkan karya Affandi dengan teknik drypoint sebelum tahun 1976 dipastikan bahwa karya tersebut palsu.

Bambang menambahkan pada tahun 1972 mahasiswa seni lukis ASRI Yogyakarta mendapat mata kuliah Grafis Minor oleh dosen Abdul Kadir, tujuannya agar mahasiswa seni lukis mendapat bekal tentang teknik cetak mengingat ketika itu berjualan karya lukisan masih susah. Harapannya ada ilmu lain seni rupa yang bisa diaplikasi, dijual, sekaligus bisa menopang perekonomian seniman.

Rangkaian penyelenggaraan PSGY yang keempat tahun 2023 berlangsung 16-30 September 2023 di Kiniko Art, Jalan Kalipakis, Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Bantul.

 


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini