Putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X, GRA Nurabra Juwita mengaku rajin minum ramuan kunir asem jelang akad nikah dengan Angger Pribadi Wibowo atau KPH Notonegoro pada 22 Oktober 2013. Menurutnya, jejamuan tersebut bisa membersihkan darah dan mencegah jerawat.
Pasangan yang saling mengenal sejak 2002 ini pertama kali bertemu di New York, Amerika Serikat. Saat itu Nurabra dan Angger menuntut ilmu di kota yang sama. "Kebetulan ibu kita sudah saling mengenal sebelumnya," kata Angger.
Menurut Nurabra, Angger merupakan laki-laki yang sempurna. "Dia juga bisa nyanyi," katanya. "Kalau laki-laki bisa bernyanyi gantengnya naik 10 kali lipat." Selain itu ia merasa pria yang bekerja di organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut memiliki hobi yang sama yaitu mendengarkan musik klasik.
Pernikahan keduanya dipastikan menyedot perhatian segenap lapisan masyarakat. Menurut bagian humas kraton, Deny Reksa, ijin peliputan yang masuk berasal dari media on-line, cetak, radio, dan televisi. "Ada yang dari Jogja, Jakarta dan beberapa media internasional," katanya. Sayangnya, tidak semua titik bisa digunakan karena pertimbangan keterbatasan tempat, menjaga kelancaran akses dan hal-hal lainnya seperti kerusakan.
"Hal ini karena kraton cagar budaya yang umurnya ratusan tahun," katanya. "Kalau ada yang pecah atau rusak, kita bisa pusing."
Rangkaian hajatan agung ini sudah dimulai sejak 13 Oktober 2013 berupa Nyekar di Makam Panembahan Senopati. Lalu dilanjutkan Nyantri, Siraman, Majang Pasareyan Tarub dan Bleketepe, Tantingan, Midodareni lalu Akad Nikah. Setelahnya, masih ada Panggih, Tampa Daya dan Dhahar Klimah, Kirab, Resepsi dan Pamitan.
Saat ditanya rencana keduanya setelah menikah, Angger mengatakan kembali ke negeri Paman Sam dan Nurabra mempersiapkan perusahaan teknologi informasi yang akan berdiri di Yogyakarta. Sedangkan untuk urusan momongan, keduanya masih belum memikirkannya.
"Kita belum ngobrol. Kalau saya maunya 11, dia maunya 8, gimana dong?" kata Angger, sambil tertawa.
Kirim Komentar