Seni & Budaya

GKR Hayu dan KPH Notonegoro Kirab Menuju Kepatihan

Oleh : Budi W / Senin, 00 0000 00:00
GKR Hayu dan KPH Notonegoro Kirab Menuju Kepatihan



Akses jalan menuju Malioboro dan Kraton Ngayogyokarto ditutup. Masyarakat harus jalan kaki menuju lokasi kirab pengantin GKR Hayu dengan KPH Notonegoro. Sejak pagi pada jam 07.00 WIB, rakyat Yogyakarta dan sekitarnya menunggu dengan sabar jalannya kedua mempelai. Meskipun jadwal kirab dimulai pukul 08.00 WIB, namun acara berjalan molor hingga pukul 08.45 WIB.

Pengamanan disisi kanan dan kiri jalan dari Jalan Keben - Masjid Besar Kraton - Kantor Pos Besar Malioboro - Jalan Malioboro - hingga Kantor Kepatihan dipenuhi oleh pagar hidup dari relawan maupun jajaran Polda DIY.

Menurut Komandan Pengamanan Kirab dari Polda DIY, AKBP Budiyono, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan sangat ekstra mengingat kedua mempelai akan dikirab dan sangat dekat dengan masyarakat. "Kami mengeluarkan lebih dari 3000 personil dijajaran kami, pengamanan dilakukan lebih ketat tidak seperti tahun 2011 silam saat GKR Bendara dan KPH Yudhanegara melaksanakan kirab," jelasnya.

Dari pantauan gudegnet dikawasan Keben (23/10), pihak Polda DIY mengeluarkan kendaraan patwal serta mobil pick up berisi sound system untuk memberikan himbauan pada penonton agar tidak merangsek keluar pagar betis. "Bisa sangat berbahaya, karena kirab akan mengeluarkan kereta kencana serta kuda yang cukup besar, harus hati-hati," pesan Budiyono.

Senyum Ramah & Lambaian Tangan Putri Raja

Arak-arakan yang dimulai sejak pagi tadi terlihat cukup jelas GKR Hayu dengan KPH Notonegoro menyunggingkan senyum dan melambaikan tangannya. Busana indah Jangan Meniran berwarna hijau bludru membuat keduanya sangat cantik dan tampan.

Empat ekor kuda putih membawa sepasang pengantin melewati rute yang telah ditentukan menuju Kepatihan di kompleks Kantor Gubernur DIY. Ekspresi suka cita tersebut ditunjukan sejumlah masyarakat yang hadir dalam prosesi arak-arakan. Diantara mereka ada yang melambaikan tangan sembari meneriakkan nama GKR Hayu.

Masyarakat yang telah menunggu kedatangan kedua mempelai cukup puas karena bisa melihat secara langsung GKR Hayu dengan KPH Notonegoro. "Senang sekali bisa melihatnya, cantik dan cakep," terang Legiyem, seorang nenek yang sempat datang secara langsung di kawasan Keben.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    JOGJAFAMILY

    JOGJAFAMILY

    JogjaFamily 100,9 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini