Prosesi Upacara Dhaup Agung Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat malam ini (21/10) memasuki tahap Tantingan. Dalam masa ini, seorang GKR Hayu mendapatkan pertanyaan dari orang tuanya Sri Sultan HB X mengenai kemantapan hati serta kesiapan calon mempelai wanita untuk menikah dengan pria yang telah meminangnya.
"GKR Hayu, opo sliramu saguh tak dhaupake karo abdi Ingsun, KPH Notonegoro? ," ucap Sang ayah kepada putri keempatnya.
Sang putri tercintapun menjawab, "Injih, Sendhika," Ucap Hayu didepan Ayah, ibu serta saudari-saudari putrinya.
Prosesi Tantingan sendiri secara langsung disaksikan oleh Penghulu Kraton, Abdi Dalem Pemetakan serta Petugas KUA Kecamatan Kraton. Dalam prosesnya, Tantingan ini dahulunya dijadikan sarana untuk memberitahukan siapa yanhg akan menikahi putri Sultan. Karena, calon mempelai pria dengan calon mempelai wanita tidaksaling kenal karena proses pernikahan dilaksanakan melalui perjodohan.
Namun, seiring dengan berkembangnya jaman, adat perjodohan ini mulai pudar sejak jaman Sri Sultan HB IX. Agar tidak dimakan oleh jaman, prosesi Tantingan tetap dilakukan untuk melestarikan kebudayaan kraton.
Seni & Budaya
Prosesi Tantingan Mendebarkan GKR Hayu

Kirim Komentar