Kuliner

Klinik Kopi: Tak Selamanya Kopi Itu Pahit

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Jumat, 03 Maret 2017 23:30
Pepeng, pemilik Klinik Kopi tengah meracik kopi

 

Yogyakarta, www.gudeg.net - Sore itu (3/3), ketika ditanya ingin mencoba kopi apa, seorang pembeli di Klinik Kopi menjawab “yang tidak terlalu pahit”. Pepeng, pemilik klinik kopi lalu menjelaskan bahwa kopi di tempatnya tidak pahit. Seperti biasa, ia lalu menjelaskan tentang kopi yang dibuat.

Tak sekedar menjual kopi, Pepeng dikenal sebagai pencerita. Di Klinik Kopi, sebelum memesan kopi, kita akan mendapat nomor antrian untuk kemudian dipanggil ketika giliran kita tiba. Saat itulah, sambil melayani, ia biasa mengajak ngobrol pembeli dan bercerita tentang kopinya.  

“Kenapa orang nggak mau ngopi itu salah satunya karena kopinya pahit” kata Pepeng. Karena itulah dalam mengolah biji kopi ia memilih light roast, tingkat panggang kopi yang tidak terlalu gosong. Menurutnya, selain tidak pahit, akan ada banyak rasa pada kopinya.

Pepeng membeli biji kopi langsung dari petaninya.  Secara  kualitas, biji kopi juga dapat dikontrol langsung. Dengan petani tersebut  ia akan ngobrol, berbagi mengenai teknis dan juga standar yang ia inginkan. Secara berkala ia akan berkunjung untuk monitoring. Dengan begitu, menurutnya asal-usul kopinya jelas. Pepeng memberi nama kopi sesuai dengan lokasi ladang, atau nama petani kopi. Misalnya, Kopi Aie Dingin untuk kopi yang berasal dari daerah yang bernama sama.

Dilihat dari segi usia dan latar belakang, pengunjung Klinik Kopi amat beragam. Sore itu bahkan ada pengunjung dari Malaysia. Ketika ditanya dari mana mereka tahu Klinik Kopi, mereka menjawab “Karena tengok film AADC 2”. Diakui Pepeng bahwa AADC 2 membawa beberapa perubahan. Kini yang datang ke tempatnya kebanyakan adalah peminum kopi baru. Tak seperti sebelumnya, kini Pepeng lebih lentur. “Kan mereka kebanyakan ngopi pakai susu, pakai gula. Kalau dulu kita ejek, sekarang lebih santai” katanya.

Klinik kopi yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 7.8, merupakan sebuah rumah yang terbuka. Pepeng bercerita bahwa ia memang menyukai konsep yang demikian, dengan tak terlalu banyak sekat tembok. Harga kopinya? Dihargai Rp 20.000 per gelas. Selain tentunya kopi berkualtas, kita akan menemui suasana yang akrab, juga cerita dari Pepeng.

Dengan sistem manual brew (seduh manual), Pepeng ingin menunjukkan bahwa bikin kopi itu sederhana, tak harus menggunakan mesin. Ia ingin supaya sistem tersebut bisa diaplikasikan oleh siapapun dan dimanapun. Dengan konsep Klinik Kopi yang terkoneksi dengan petani-petani kopi lokal, Pepeng juga berharap agar kopi Indonesia bisa diserap oleh orang Indonesia sendiri.

 

0 Komentar

    Kirim Komentar

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    Handayani FM

    Handayani FM

    Handayani FM



    SoloRadio 92,9 FM

    SoloRadio 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini