Seni & Budaya

Melihat Sifat Binatang Pada Manusia di Pameran Instink

Oleh : Karni Narendra / Minggu, 24 Juni 2018 10:00
Melihat Sifat Binatang Pada Manusia di Pameran Instink
Pameran Instink (23/6) - Gudegnet/ Karni N

 

Gudegnet - Belasan lukisan karya para seniman yang bernaung dalam komunitas Satu Atap, menyedot perhatian pengunjung dalam acara pembukaan pameran visual "Instink" yang berlangsung pada Sabtu, 23 Juni 2018 di Bentara Budaya Yogyakarta.

Pameran bertemakan "Instink" ini mencoba menyandingkan pemahaman tentang manusia dan binatang yang dikerucutkan pada sifat yang menyerupai dan membedakannya.  Hal ini terlihat dari goresan-goresan kuas yang dituangkan dalam kanvas, yang sebagian besar menggambarkan sifat kerakusan manusia yang tidak pernah puas.

Pemunculan sosok binatang dalam setiap karya merupakan penggambaran bahwa, seperti binatang, manusia dikaruniai naluri lahiriah yang bertumpu pada nafsu.

Komunitas Satu Atap sendiri lahir dari sekelompok seniman yang sering berkumpul dan ngobrol pada tahun 2011 di Cabakan , Mlati,  Sleman,  Yogyakarta. Komunitas ini lahir dari berbagai disiplin ilmu,  yang dalam artian, anggotanya tidak hanya berasal dari akademi seni rupa namun dari berbagai disiplin ilmu.

Komunitas ini hadir dari rasa saling percaya,  kekeluargaan , kekompakan  lahir dan batin. "Daripada kita hanya kumpul-kumpul, kenapa tidak membuat hal yang positif?" tutur Heri Kris sebagai ketua komunitas.  

Dalam pembukaan pameran, hadir Nasirun sebagai pembuka pameran dan dimeriahkan oleh penampilan dari Doni Suwung dan Haram yang membawakan musik country. Dalam pembukaan, Nasirun mengungkapkan "Instink sebuah naluri yang turun temurun, dan saya mencoba dalam Instink ini mari kita berkawan, sharing dan bermesra-mesraan".

Sri Pramono atau sering dipanggil Pram, salah satu seniman Instink, dalam pameran kali ini menampilkan karya yang bertemakan "Rest Area". Karya ini menggambarkan bahwa kita mempunyai hal-hal spiritual,  yang pada saatnya kita harus melepaskan diri dari kesibukan sehari-hari.

Dalam lukisan ini penuh simbol-simbol yang menggambarkan kepenatan kita sehari-hari."Suatu saat kita harus kontempelasi, melepaskan diri dari kepenatan hidup sehari-hari,  artinya kesibukan kita sungguh luar biasa makanya karya ini saya kasih judul rest area. " tuturnya.

Pameran ini akan berlangsung hingga 30 Juni 2018 di Bentara Budaya Yogyakarta.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini