Pariwisata

Pasar Kebon Empring Bintaran, Perpaduan Wisata Alam dan Kuliner Tradisional

Oleh : Karni Narendra / Rabu, 29 Agustus 2018 20:18
Pasar Kebon Empring Bintaran, Perpaduan Wisata Alam dan Kuliner Tradisional
Pasar Kebon Empring Bintaran/Karni Narendra

Gudeg.net - Wisata lokal di beberapa daerah saat ini sedang diminati oleh para wisatawan, selain dekat dan murah meriah juga mampu membantu menghidupkan perekonomian warga setempat.

Tidak jauh dari kota Jogja, tepatnya di Desa Bintaran Wetan, Piyungan,Bantul terdapat salah satu obyek wisata lokal yang bernama Pasar Kebon Empring. Konsepnya hampir sama dengan Taman Glugut di Wonokromo yaitu dengan memanfaatkan kebun kosong yang dipenuhi oleh pohon bambu yang disulap menjadi obyek wisata, tentu saja masing-masing tempat punya keunggulan sendiri-sendiri. Kalau di Glugut kita bisa menemui perahu dan rakit bambu, sedangkan di Kebun Empring ini kita bisa langsung bermain di sungai yang airnya jernih dan menyeberangi sungai lewat jembatan gantung.

Tempat yang resmi dibuka pada awal Ramadan ini juga pernah dikunjungi oleh GKR Hemas dan Bupati Bantul. Selain wisata alam adapula pasar tradisional yang menyediakan aneka kuliner mulai dari dawet, Sego Wader, Pecel, Lotek, Bakmi hingga bebakaran seperti sosis bakar dan bakso bakar.

Sewaktu ditemui gudegnet pada Rabu (29/8) di Kebon Empring, Ediyana selaku wakil ketua pengelola Pasar Empring banyak bercerita mulai dari awal mula pasar ini hadir hingga sistem pengelolaannya. “Sebenarnya tempat ini merupakan pengalihan sasaran dari Bukit Berlian dan sungai, karena keterbatasan tenaga maka yang digarap terlebih dahulu adalah pasar,” tutur Edi.

Pasar Kebon Empring ini merupakan ide dari gerakan pemuda yang ada di daerah Bintaran Wetan, Piyungan, Bantul. Berawal dari jembatan permanen yang roboh karena badai cempaka, kemudian warga bergotong royong membangun jembatan gantung. Ternyata dengan adanya jembatan gantung ini banyak orang yang datang sekedar untuk berfoto. Kemudian timbulah ide untuk mengembangkan daerah ini menjadi wisata sekaligus membuka pasar tradisional yang dikemas sedemikian rupa hingga menarik pengunjung.

Sore itu tampak meriah karena banyak anak-anak kecil yang riang dan bermain di sekitar kebun Empring dan Sungai yang ditunggui oleh orang tuanya, ditambah adanya senam bersama sehingga suasana tampak hidup.

Pengunjung yang datang tidak perlu kuatir,meskipun tempatnya sederhana namun sudah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas umum seperti gazebo untuk istirahat, mushola dan MCK. Ditunjang pula dengan beberapa spot foto yang menarik seperti jembatan gantung, gazebo rumah bambu dan yan lainnya.

Sembari mencicip kuliner yang ada anak-anak bisa bermain sepuasnya dengan menggunakan aneka mainan tradisional seperti bakiak, enggrang dan yang lainnya.

Saat ini pembangunannya baru mencapai 60%, masih ada kemungkinan untuk penambahan fasilitas. “Ada kemungkinan penambahan lapak, sekarang baru bisa menampung sekitar 25 lapak dan semuanya wajib orang sini,” jelas Edi.

Wisata Kebon Empring buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00, kita cukup membayar uang pembangunan sukarela untuk bisa berfoto-foto di sini.

 

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM



    JogjaFamily 100,2 FM

    JogjaFamily 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini