Gudeg.net—Pameran arsitektur terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah bertajuk “Wiswakharman Expo: Ruang yang Terlewat 2019” yang digagas oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Arsitektur (KMTA) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah dilaksanakan.
Pameran ini dilaksanakan di Kompleks Candi Prambanan di Lapangan Garuda dari tanggal 26-28 April 2019. Tema besar yang dibawa tahun ini adalah “Indonesian Tourism Space”.
Di sini, mahasiswa arsitektur angkatan 2016 melihat permasalahan yang terjadi di ruang-ruang yang memiliki potensi wisata dan memberi solusi arsitektur untuk ruang-ruang yang ‘terlewat’ ini.
Tak hanya maket-maket rancang ruang, kita juga dapat menyaksikannya lewat teknologi VR atau virtual reality. Dengan teknologi ini, kita dapat melihat rancang ruang 360 derajat.
Sebelumnya, selama satu tahun sebelum pameran ini, sekelompok mahasiswa KMTA mengunjungi beberapa destinasi seperti Thailand, Bali, beberapa daerah di Jawa, dan Singapura untuk melihat dan menggali potensi tempat tersebut.
Konsep besar ini dibagi dalam empat kategori; urban tourism, shopping tourism, eco tourism, dan cultural tourism.
“Kami dibagi dalam empat kelompok, setiap kelompok berbeda-beda jumlahnya. Saya ada di kelompok shopping tourism. Tim kami anggotanya 20 orang,” ujar Miftahurrahma, salah satu peserta pameran yang mengerjakan karya arsitektur “Surabaya Wave”.
Lahan yang kelompok ini ‘pecahkan’ adalah Jalan Tunjungan di Surabaya sepanjang 800 meter. Menurut mereka permasalahan di area ini adalah overload dengan kendaraan. Padahal lokasi ini memiliki focal point menari berupa cagar budaya.
“Kami memilih solusi untuk membangun underpass untuk kendaraan bermotor. Di jalannya sendiri kami membagi menjadi empat zona yang nyaman untuk pedestrian,” ujar Mifta lagi.
Tidak hanya KMTA UGM, kontributor pameran juga berasal dari berbagai universitar besar. Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Atma Jaya, Universitas Kristen Duta Wacana adalah beberapa di antaranya.
Kirim Komentar