Seni & Budaya

Sastra Bulan Purnama Edisi 106: Musikalisasi Puisi dan Puisi Tari Yuliani Kumudaswari

Oleh : Trida Ch Dachriza / Selasa, 30 Juni 2020 12:00
Sastra Bulan Purnama Edisi 106: Musikalisasi Puisi dan Puisi Tari Yuliani Kumudaswari
Yuliani Kumudaswari yang bukunya "Kepada Paitua" akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama edisi 106/dok. SBP

Gudeg.net—“Kepada Paitua” merupakan karya buku puisi karya Yuliani Kumudaswari. Buku puisi ini akan diluncurkan pada edisi ke-106 Sastra Bulan Purnama (SBP), Senin, 6 Juli 2020 mendatang.

Masih dalam format digital yang diberi tajuk “Poetry Reading from Home”, SBP dapat disaksikan di kanal YouTube resminya, Sastra Bulan Purnama pada pukul 19.30 WIB.

Yuliani Kumudaswari merupakan perempuan penyair yang kini berdomisili di Semarang. Karyanya sering dimuat dalam sejumlah buku antologi puisi bersama dan dan juga dipublikasikan di media cetak dan daring.

Buku ini telah direncanakan akan diterbitkan sejak Juni 2019 lalu. Akhirnya pada bulan Mei 2020, 100 puisi Yuliani siap diterbitkan.

Pembacaan puisi buku “Kepada Paitua” akan dilakukan dari sejumlah lokasi dalam hingga luar negeri. Sebut saja Rosana Hariyanti (Malang), Yeni Mada (Pontianak), Retno Darsi Iswandari (Australia), Diah Rofika (Jakarta), Endah Raharja, Endah Sr, Ida Fitri, Ninuk Retno Raras, Rani Februandari, Savitri Damayanti, Nurul Indarti (Yogyakarta), dan seorang aktor dari Yogyakarta, Landung Simatupang.

Tentu saja Yuliani Kumudaswari akan turut membacakan sejumlah karyanya. Ia akan menjadi pembuka seri keempat Poetry Reading from Home.

Puisi-puisi dalam buku tunggal kelima Yuliani ini akan dilagukan oleh penyair yang juga merupakan guru Sekolah Menengah Pertama di Ngluwar, Magelang, Daladi Ahmad.

Selain lagu, puisi juga akan diterjemahkan dalam sebuah pertunjukan tari oleh kelompok tari yang menamakan dirinya “Jam Malam Yogyakarta”.

SBP dalam format  digital ini telah dilakukan empat bulan terakhir sejak pandemi dimulai untuk menghindari kerumunan. Seperti namanya, seharusnya pembacaan puisi ini diadakan di bawah sinar bulan purnama.

“Jadi, meski ditengah pendemi yang tidak memungkinkan orang untuk berkumpul, tetapi masih terus bisa membaca puisi di Sastra Bulan Purnama,” ujar Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama melalui rilis resmi yang diterima Gudegnet, Rabu (30/6).

Ia juga menyampaikan bahwa interaksi masih dapat dilakukan melalui fitur chat milik YouTube sambil menyaksikan live pembacaan puisi.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini