Seni & Budaya

Pater Patriae, Sultan HB IX dalam Goresan Kanvas Nano Warsono

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Senin, 05 April 2021 22:30
Pater Patriae, Sultan HB IX dalam Goresan Kanvas Nano Warsono
Nano Warsono dan karyanya, "Pater Patriae" dalam pameran Tahta untuk Rakyat di Jogja Gallery - Gudegnet/ Trida

Gudeg.net - Jogja Gallery menyelenggarakan pameran 'Tahta untuk Rakyat' pada 20 Maret-25 April 2021. Dalam pameran tersebut, sebanyak 37 perupa berkarya berdasarkan narasi tentang titik-titik penting dalam hidup Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) IX.

Berkarya dalam narasi pergantian HB VIII ke HB IX, salah satu perupa, Nano Warsono memamerkan lukisan bertajuk "Pater Patriae".

Nano mengatakan, melalui lukisan ini ia ingin menyampaikan pesan bahwa HB IX mempunyai jiwa besar. "Beliau bukan memanfaatkan kekuasaan untuk beliau tetapi justru mengembalikan kepada rakyat," tuturnya kepada Gudegnet, Rabu (17/3).

Ia melanjutkan, Sultan HB IX merupakan sosok pemimpin yang mengayomi, memberi ruang, dan mendengarkan rakyat. "Dan itu bukan hanya slogan ya, HB IX itu minim slogan, tetapi banyak kenyataan yang beliau wujudkan. Dari demokrasi, kemudian suksesor berdirinya negara ini, kemudian perjuangan beliau kepada generasi berikutnya lewat pramuka, dan sebagainya," katanya lagi. 

Sultan HB IX , menurut Nano, selalu menjadi pusat perhatian, baik oleh lawan maupun kawan. Hal ini ia representasikan melalui gambar bola mata. 

Ia juga menggambarkan burung gagak dan emprit. "Gagak itu proses untuk menjadi kembali ke rakyat, emprit itu dimensi rakyat, dimensi orang biasa, dimensi untuk kesejahteraan seluruh warga negara," terangnya. 

Dalam membuat karya ini, Nano melewati proses riset yang cukup lama. Selain melalui text book, ia juga melakukan napak tilas, berziarah ke tempat-tempat penting yang berkaitan dengan berdirinya Mataram, dari makam Ki Ageng Giring hingga Makam Imogiri. 

Karya ini ia ciptakan dalam waktu satu bulan. Diakuinya, ia merasa mengemban tanggung jawab berat dalam berkarya berdasarkan narasi yang telah ditetapkan. 

"Karena ini bukan main-main. Saya dua kali membuat sketsa dan baru berhasil karena ternyata memang bukan main-main. Beratnya di situ. Pengalaman spiritual itu muncul ketika kita mengerjakan dan mengetahui sejarahnya," tuturnya.

Seniman lain yang terlibat dalam pameran ini antara lain Totok Buchori, Agus Triyanto, Gudmen Heriadi, Ignasius Dicky Takndare, Bambang Sudarto, Bambang Herras, Eddy Sulistyo. Jogja Gallery beralamat di Jalan Pekapalan No.7, Alun-alun utara, Yogyakarta, dapat dikunjungi Selasa-Minggu pukul 10.00-19.00.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini