Gudeg.net - Peringatan Hari Jadi ke-105 Kabupaten Sleman diselenggarakan secara sederhana. Kirab Bedhol Projo dan kirab pusaka Tombak Kyai Turunsih yang biasa diselenggarakan di lapangan Denggung ditiadakan untuk mencegah penularan Covid-19.
Sebagai gantinya, acara puncak Hari Jadi Kabupaten Sleman digelar di pendopo Parasamya Kabupaten Sleman dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Sleman.
“Meski digelar secara sederhana, tapi ini tidak mengurangi kekhidmatan acara hari jadi Sleman ke-105 ini, dan saya harap untuk tetap mematuhi prokol kesehatan”, ungkap Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam keterangan tertulis yang diterima Gudegnet, Senin (17/5).
Ia berharap, masyarakat senantiasa memberikan dukungan dan berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sleman.
Kustini juga mengatakan, berkat dukungan dan peran aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan, Pemkab Sleman berhasil meraih berbagai penghargaan, di antaranya penghargaan tingkat nasional Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2019 dengan predikat “A” dari Menteri PANRB.
Ia berharap prestasi yang telah diraih tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan, untuk terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera.
Sementara itu, Drs. Kunto Riyadi, MPPM, selaku ketua panitia Hari Jadi ke-105 Kabupaten Sleman menyampaikan, terdapat beberapa kegiatan dalam rangkaian peringatan hari jadi kali ini.
Kegiatan yang diselenggarakan antara lain jamasan pusaka tombak Kyai Turunsih, operasi katarak gratis, pemberian paket sembako untuk penyandang disabilitas, hingga seminar terkait efektivitas vaksinasi Covid-19.
Selain itu, diadakan pula lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kalurahan Tingkat Kabupaten. Kegiatan-kegiatan tersebut diadakan secara sederhana, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Kirim Komentar