Gudeg.net- Perupa Putu Sutawijaya menjadi salah satu dari 10 peserta melukis bertajuk Live Painting On The Spot yang digelar di Sasono Hinggil, Alun-alun Selatan, Keraton Yogyakarta, Senin (27/9).
Perupa yang berasal dari Pulau Dewata ini mengangkat tema Siti Hinggil atau Tanah yang Tinggi untuk karya lukisnya kali ini.
Dalam lukisannya ia memvisualkan Gunung Merapi sebagai Siti Hinggil. Baginya Gunung Merapi merupakan salah satu lambang atau simbol dari tanah yang tinggi di Yogyakarta.
“Gunung Merapi merupakan sisi lain dari masyarakat Yogyakarta, dimana Merapi memberikan banyak manfaat dan kegunaan, baik dari sisi sosial maupun ekonomis,” ujar Putu Sutawijaya di sela-sela melukis.
Selain itu, menurut Putu, Gunung Merapi memiliki hubungan yang erat dengan sejumlah titik krusial di Yogyakarta, seperti Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta dan Pantai Laut Selatan.
“Karena itu,bagi saya konektivitasnya Gunung Merapi dengan garis imajiner Yogyakarta tidak dapat terpisahkan, terlebih bagi masyarakat Yogyakarta,” tuturnya.
Lukisan Putu Sutawiajaya sendiri diawali dengan goresan kuas oleh Gustu Kanjeng Ratu Hemas menggunakan cat warna biru dan diimajinasikan olehnya sebagai garis perbukitan.
Dalam proses pembuatan lukisan Siti Hinggil ini, Sutawiajaya memadukan sejumlah warna seperti, coklat, bitu, hitam, dan merah. Lukisan yang terlihat abstrak ini juga akan memberikan penegasan pada bagian terpenting dari fenomena erupsi Merapi yang sedang terjadi saat ini.
“Saya juga akan memberikan sentuhan hitam, sebagai visual lahar. Lahar itu sebenarnya nyawa bagi Merapi, namun sangat menghidupi masyarakat. Lahar turun menjadi pasir dan dimanfaatkan oleh warga lereng,” ungkapnya.
Dari pantauan Gudegnet, pemilik galeri Sangkring Art Space ini lebih cenderung santai menyelesaikan lukisannya. Sebentar ia melukis, lalu berdiam diri sambil membakar tembakau sambil memandangi karyanya dan melanjutkan kembali.
Di sela-sela melukis, ia sempat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada GKRI karena telah mengundang 10 perupa untuk ikut memeriahkan kegiatan vaksinasi.
“Dengan undangan ini, kami, para perupa berarti dianggap ada dan inilah kontribusi kami melalui lukisan. Kami juga bagian dari Yogyakarta, dan ingin juga memberikan manfaat, terlebih di masa sulit ini,” kata dia.
Rencananya karya lukisan Putu Sutawijaya akan dilelang bersama dengan sembilan karya perupa lainnya pada 7 Oktober 2021 di Bale Raos Keraton Yogyakarta.
“Semoga nantinya karya kami dapat bermanfaat bagi masyarakat Yogya. Sebagai warga Yogyakarta kita harus selalu tangguh, diem, kokoh namun bersemangat layaknya Gunung Merapi, Siti Hinggil Yogyakarta,” harapnya.
Acara Live Painting On The Spot ini juga berbarengan dengan kegiatan vaksinasi Bhinneka Tunggal Ika dosis kedua yang digelar oleh Gerakan Kemanusian Republik Indonesia (GKRI).
Kirim Komentar