Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo naik ke panggung yang disediakan khusus bagi wartawan. Peristiwa itu terjadi saat acara Kirab Dhaup Ageng yang diadakan pada Rabu (23/10) di Jalan Malioboro, Yogyakarta.
Pakar telematika itu datang dari arah utara sambil menenteng kamera. Kehadirannya menarik perhatian sejumlah pengunjung. Selain bersalaman, mereka minta foto bersama. Sembari menebar senyum khasnya, Roy melayani permintaan tersebut.
Pada saat yang sama petugas menghimbau pengunjung untuk menepi sampai ke trotoar. Seorang perempuan di barisan belakang mengatakan, " Pak, mbok ya pak menteri diminta minggir juga." Petugas itu hanya tersenyum.
Sesudah menyelesaikan photo session, Roy berjalan kaki tanpa pengawalan menuju ke arah selatan dan naik ke panggung. Saat itu sudah ada beberapa wartawan foto dan reporter dari sebuah stasiun televisi. Tempat yang ditutup kain hitam itu tingginya sekitar 2 meter, letaknya di sebelah barat, menghadap ke timur. Persis di seberang Gedung BNI. Ia lalu sibuk memeriksa kameranya, memotret beberapa kali, sembari sesekali berbincang-bincang bersama awak media.
Sedangkan wartawan dan warga yang menyaksikan di pinggir jalan terus diminta minggir. Hal ini disebabkan kereta kuda dan iring-iringan pasukan kraton membutuhkan ruang lebih luas. Bahkan, petugas kerap menghimbau agar tak membuka payung karena dikhawatirkan membuat kuda jadi beringas.
Baik sebelum dan saat kirab berlangsung, Roy terus mencuri perhatian warga. Posisinya di tempat yang lebih tinggi memudahkan pengunjung mengenali wajahnya. Bahkan, seorang pengawal kereta kuda berteriak-teriak, "Mas Roy, Mas Roy." Roy tersenyum dan melambaikan tangan. Jepret! Wajah Roy pun terekam lewat kamera telepon genggam.
Ada kejadian unik dimana seorang wartawan yang sepanggung bersama pak menteri selalu menutupi wajahnya selama acara foto-foto berlangsung. Tak jelas sebabnya, entah karena malu atau takut ikut tenar.
Foto : Albertus Indratno
Kirim Komentar