Gudegnet - Bakso Pak Kumpeno nampak sedikit berbeda dengan bakso lainnya. Di antara butir-butir baksonya ada potongan paru sapi yang digoreng kering.
Didin, pemilik Bakso Pak Kumpeno yang juga putra Pak Kumpeno menceritakan, sejak awal berjualan, ayahnya memang menambahkan jeroan seperti paru, iso, dan tulang muda pada baksonya.
“Waktu itu kok belum ada (bakso dengan topping paru), lalu bapak mecoba ,” kata Didin. Ternyata semakin lama bakso dan jeroannya makin digemari.
Pak Kumpeno berjualan bakso sejak tahun 1978. Awalnya ia berjualan berkeliling di seputaran daerah Cungkuk, Soragan, Ring road, dan Jalan Godean. “Mikul, ndorong, lalu tahun 1988 buka dengan tenda. Lalu sejak tahun 1990 masuk kedai ini,” terang Didin.
Hingga kini, dengan dibantu anak-anaknya Pak Kumpeno masih mengolah sendiri bakso dan jeroannya. Warungnya selalu ramai dikunjungi, terutama di jam-jam makan siang.
Bakso dengan potongan paru, irisan iso maupun tulang muda dijual 12.000 rupiah per porsinya. Bisa juga untuk yang ingin memesan semangkok jeroan tambahan dengan harga 40.000 rupiah.
Dalam seporsi bakso Pak Kumpeno, ada 5 butir bakso, mie, tahu dan topping paru atau isonya. Baksonya berukuran cukup besar. Dengan potongan parunya yang gurih, rasanya kian mantap.
Selain di Jalan Godean KM 5, Bakso Pak Kumpeno juga membuka cabang di Jalan Soragan dan Jalan Godean KM 9. Untuk pilihan topping yang lengkap, tersedia di Jalan Godean KM 5. Buka jam 8.00 - 21.00, bakso juga bisa dipesan via ojek online.
Kirim Komentar