Kesehatan

Tak Perlu Panik Karena Cacar Monyet

Oleh : Rahman / Kamis, 16 Mei 2019 19:46
Tak Perlu Panik Karena Cacar Monyet
Koordinator OHCC UGM Prof. Wayan T. Artama di Universitas Gadjah Mada,(15/5)/Dok.UGM

Gudeg.net- Menanggapi ancaman akan penyakit cacar monyet atau monkeypox, One Health Colaborating Center Universitas Gadjah Mada (OHCC UGM) mengimbau masyarakat tidak perlu panik terhadap monkeypox atau yang populer dengan sebutan cacar monyet.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator OHCC UGM Prof. Wayan T. Artama pada saat ditemui sejumlah awak media di Laboratorium Bagian Biokimia Fakultas Kedokteraan Hewan UGM, Rabu (15/5).

“Cacar Monyet mirip dengan cacar pada manusia yang disebakan smallpox bahkan lebih lembut. Dengan angka kematian hanya 1-10 %. Kematian biasanya lebih banyak pada penderita yang masih relatif muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, monkeypox berasal dari virus Orthopoxvirus yang kebanyakan di transmisikan ke orang melalui berbagai jenis satwa liar seperti primata (monyet) dan hewan pengerat. Akan tetapi penyebaran dari manusia ke manusia masih sangat terbatas.

Bila dibandingkan dengan penyakit ebola dan mers, monkeypox masih berada di bawahnya dengan penularan yang berbeda.

Monkeypox merupakan viral zoonoses dengan gejalanya mirip cacar air yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, dan berlanjut dengan benjolan kecil ke seluruh tubuh.

Dengan menerapkan hidup sehat, menjaga kebersihan, serta menghidari kontak fisik langsung dengan penderita, atau material yang terkontaminasi seperti darah dan cairan tubuh penderita dapat mencegah penularan penyakit ini.

Tidak ada terapi khusus karena merupakan penyakit virus dan juga belum ada vaksin untuk cacar monyet ini namun terjadi kekebalan silang dengan orang yang sudah pernah di vaksin smallpox (namun vaksin untuk smallpox sudah tidak ada lagi karena vaksinasi sdh berakhir di tahun 1980).

Monkeypox pertama terjadi di Kongo pada tahun 1958. Secara periodik kasus terus meningkat dan kasus terbesar terjadi pada tahun 2017 di Nigeria dan baru-baru ini terjadi di beberapa negara Asia seperti Singapura.

 “Oleh karenanya harus mewaspadai para turis yang melakukan penerbangan langsung dari Singapura demi mencegah penyebaran penularanya di Yogyakarta,”  tegas Wayan.

Pihak OHCC UGM berharap sejumlah bandar udara di Indonesia, termasuk Yogyakarta untuk memasang alat deteksi suhu tubuh seperti Thermo Scan untuk monkeypox untuk mencegah penyebarannya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini