Kuliner

Kuliner Tradisional Hingga Kue Berbentuk Candi Meriahkan Festival Purbakala

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Senin, 17 Juni 2019 14:00
Kuliner Tradisional Hingga Kue Berbentuk Candi Meriahkan Festival Purbakala
Kuliner di Festival Purbakala 2019, di Sonobudoyo, 14 - 19 Juni 2019 - Gudegnet/ WIrawan Kuncorojati

Gudeg.net - Festival Purbakala yang digelar di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, 14-19 Juni 2019 selain diisi dengan berbagai agenda juga dimeriahkan dengan kuliner.

Penjual kuliner dalam acara ini bertempat di gedung Ex KONI Museum Sonobudoyo. Selaras dengan festival, pengunjung dapat menikmati kuliner-kuliner tradisional di stand milik Sanka Heritage.

Kuliner tersebut antara lain utri yang terbuat dari singkong yang dihaluskan dan diberi gula. Selain itu ada juga gethuk goreng, ayung-ayung, jadah goreng, lupis, dan yang lainnya.

Menariknya, selain aneka kuliner tradisional tersebut, Sanka Heritage memiliki menu khas yakni cookies yang berbentuk candi.

“Kita terinspirasi dari bentuk-bentuk candi, Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko,” kata Retno dari Sanka Heritage, Jumat (14/6). Cookies berbentuk candi tersebut dibuat dengan aneka rasa yakni original susu, cokelat, jahe, sere, dan yang lainnya. Cookies tersebut tersedia dalam kemasan satu toples dan ada juga yang dikombinasikan dengan kue lain.

Kuliner yang dijual di stan ini berdasarkan relief candi. Seperti contohnya, keripik belut. “Kita terinspirasi dari relief. Orang zaman dulu makannya apa aja. Salah satunya belut,” kata Retno sambil menunjukkan gambar yang menunjukkan relief tersebut.

“Sekarang generasi muda itu kalau disuruh membaca, itu kan susah. Jadinya gimana caranya biar generasi muda itu tahu dengan heritage kita, tapi dengan cara yang lain. Nah, caranya dalam bentuk makanan. Itu cara kita untuk sosialisasi cagar budaya kepada masyarakat, ” terang Nur yang juga dari Sanka Heritage.  

Nur menambahkan, Sanka Heritage mengangkat konsep bahwa heritage itu manis. Artinya, heritage itu tidak menyeramkan, angker, namun semanis cokelat dan kue. “Jadi lestarikan dan jagalah warisan budayamu itu seperti kamu menyayangi makanan ini,” kata Nur lagi.

Harganya bervariasi, Rp 5000 untuk tiga jenis, Rp 15.000 untuk belut goreng, sedangkan cookies berbetuk candi harganya Rp 25.000 per toples.

Selain di festival ini, kuliner ini bisa ada di Ametati kafe, Bokopi, Temple Coffeem dan juga Pasar Wisata Prambanan. Bisa juga dipesan via sanka_heritage. Di samping kuliner tradisional, dalam festival ini ada pula kopi nusantara dan accessories.

Festival Purbakala selain memajang benda-benda cagar budaya, juga diisi dengan beberapa kegiatan seperti “Diskusi Purba”, “Sastra Purba”, “Malam Purba Milenialkala”, hingga “Wayang Kulit Purba Milenialkala” dan “Pasar Purba”. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Purbakala ke -106.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini