Berita

Antisipasi Pancaroba dan Musim Penghujan, BPBD DIY Siapkan Langkah Mitigasi

Oleh : Rahman / Rabu, 07 Oktober 2020 16:02
Antisipasi Pancaroba dan Musim Penghujan, BPBD DIY Siapkan Langkah Mitigasi
Sejumlah pengendara motor menggunakan jas hujan pada saat melintasi Jalan Malioboro, Yogyakarta (2020)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- BMKG memprediksi DIY memasuki musim pancaroba dan awal musim penghujan pada pertengahan Oktober hingga November 2020 mendatang.

Hujan yang akan terjadi diprediksikan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah.

Guna mengantisipasi terjadinya bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah mempersiapkan sejumlah rencana mitigasi penanganan bencana.

“Kami akan melakukan pengecekan seluruh Early Warning System (EWS) yang berhubungan dengan banjir dan tanah longsor serta gempa di sejumlah wilayah DIY,” ujar Biwara Yuswantana, Kepala Kepala Pelaksana BPBD DIY saat dihubungi oleh Gudegnet, Rabu (07/10).

Pengecekan EWS akan dilakukan oleh BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota dan selain itu akan dilakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti BMKG, BPPTKG dan Balai Sabo.

BPBD DIY juga akan melakukan konsolidasi dengan sejumlah elemen masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana yang akan terjadi.

“Kelengkapan peralatan di Destana (Desa Tangguh Bencana), Katana (Keluarga Tangguh Bencana) dan KTB (Kampung Tangguh Bencana) juga perlu dicek, biasanya mereka membutuhkan penanganan darurat bila terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir,” jelasnya.

Agar dapat mengetahui serta mengantisipasi bencana, BPBD DIY akan melakukan pemetaan sejumlah wilayah yang masuk ke dalam daerah rawan. Pemetaan dilakukan agar dapat membentuk sistem mitigasi penanggulangan bencana dengan tepat.

Masyarakat juga diimbau untuk proaktif melakukan pengecekan terhadap lingkungan, baik saluran air atau gorong-gorong yang biasanya akan tersumbat bila musim hujan.

Selain itu sumur-sumur resapan yang berada di lingkungan masyarakat juga harus mulai dibersihkan yang biasanya akan tertimbun oleh lumpur atau kotoran.

“Edukasi kepada masyarakat dan sejumlah komunitas juga cukup penting untuk mengingatkan kesiapsiagaan. Terutama yang berada di wilayah yang rawan bencana seperti Bantul dan sekitarnya,” ungkap Biwara.

Masyarakat juga diminta untuk melaporkan bila menemukan pohon-pohon besar yang berpotensi roboh bila terjadi angin besar kepada Dinas Lingkungan Hidup atau BPBD setempat.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini