Hero of The Day

Bernadetha Astri, Dalang Remaja yang Hidupkan Kesenian Tradisional

Oleh : Trida Ch Dachriza / Kamis, 10 Juni 2021 11:30
Bernadetha Astri, Dalang Remaja yang Hidupkan Kesenian Tradisional
Bernadetha Astri Putri Nugraheni, dalang remaja saat di Gedung Kesenian Sleman-Gudegnet/Trida

Gudeg.net—Remaja putri biasanya sedang senang-senangnya dengan fashion, idola,berdandan, atau hobi lainnya. Tetapi tidak halnya dengan Bernadetha Astri Putri Nugraheni.

Dara yang sehari-harinya dipanggil Astri ini menyibukkan hari-harinya dengan mendalang. Tangannya dengan mantap memainkan wayang kulit dengan diiringi lantunan gamelan.

“Saya mendalang dari kelas 6 SD, kalau senang wayang, dari kecil,” ungkapnya saat berbincang dengan Gudegnet beberapa saat lalu di Gedung Kesenian Sleman.

Astri memang menyukai hal-hal yang berbau tradisional. Ayahnya merupakan seorang penari yang biasanya mementaskan wayang orang. Saat duduk di bangku sekolah dasar, ia mengikuti ekstrakurikuler karawitan di sekolah.

“Sampai akhirnya, saya termasuk yang paling oke dari beberapa teman. Maksudnya, ga cuma nembang biasa. Akhirnya saya dan beberapa teman diajak untuk ngiringi wayang. Saat itu ngiringin wayang wahyu,” ceritanya lagi.

Bernadetha Astri Putri Nugraheni

Dua kali dia diajak untuk mengikuti pementasan ini. Berikutnya saat ia berada di kelas 6 SD. Pementasan kedua, wayang dibawakan oleh dalang cilik.

“Dia dalang cilik pertama yang saya lihat, lalu akhirnya muncul ketertarikan,” kata siswi SMAN 9 Yogyakarta ini.

Astri dekat dengan dalang cilik tersebut. Ia semakin melihat dunia dalang, dan semakin tertarik dengan dunia wayang dan pedalangan.

Sesampainya ia di rumah setelah pementasan tersebut, ia mengutak-atik wayang kertas yang ia punya di rumah. “Ala-ala bikin pakeliran sendiri,” katanya sambil tertawa.

Di rumahnya ada sepasang pintu, yang menyerupai pintu kulkas (dua pintu) yang dapat dibuka atas dan bawahnya. Pintu bagian atas ia buka, dan bagian bawah ia tutup untuk menjadi “debog” (batang pohon pisang untuk menancapkan wayang).

“Saya tempel wayangnya pakai selotip,” ceritanya lagi. Saudara-saudaranya, yang saat itu masih kecil, duduk di luar sebagai penonton, sembari Astri memainkan wayang dengan cerita yang ia buat sendiri.

Setelah ‘pertunjukan’ tersebut, ia mencari-cari tempat untuk dapat mengasah kemampuan dalang. Ia pun lalu berlatih di P4TK. Di tempat ini lah, ia bertemu dengan pembimbingnya, Ki Parjoyo.

Setelah mantap dengan kemampuan dalangnya, pentas pertamanya ia lakukan di Museum Wayang Kekayon pada tahun 2016. Lomba pertamaya ia ikut di awal SMP.

Gadis yang senang musik, dan mahir memainkan kibor ini mengidolakan Ki Benyek Kuncoro, karena menurutnya, Ki Benyek adalah dalang yang kreatif.

“Saya pertama jatuh cinta sama lakon itu "Gatotkaca Lahir". Setiap ada lakon itu, walaupun semalam suntuk, saya excited,” ceritanya lagi. Ia memang terbiasa menonton wayang sedari kecil.

Lahir di Yogyakarta, 16 Oktober 2004, ia juga senang menciptakan lagu. Ia melihat Yura Yunita dan Isyana Sarasvati sebagai inspirasi bermusiknya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM



    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini