Seni & Budaya

Ketoprak Prajnaparamita Meriahkan Hari Museum Nasional

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Rabu, 13 Oktober 2021 17:41
Ketoprak Prajnaparamita Meriahkan Hari Museum Nasional
Youtube Dinas Kebudayaan DIY

Gudeg.net - Pertunjukan Ketoprak dengan lakon Prajnaparamita memeriahkan Hari Museum Nasional sekaligus puncak perayaan hari jadi Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY ke-50. Acara tersebut ditayangkan Selasa (12/10) melalui kanal Youtube Dinas Kebudayaan DIY tasteofjogja.

Prajnaparamita disutradarai oleh Bondan Nusantara, naskah oleh Damar Tri Susilo, supervisi oleh Purwadmadi dan Bambang Paningron. Ketoprak diselenggarakan oleh Disbud DIY dan Barahmus DIY. 

Dikisahkan, Anusapati yang pergelar Prajnaparamita diperlakukan tidak adil oleh Sri Ranggah Rajasa dan adik tirinya Pangeran Tohjaya. Penderitaan batin tersebut berubah menjadi kemarahan setelah tahu bahwa dia adalah putera Akuwu Tunggul Ametung yang dibunuh oleh Sri Ranggah Rajasa atau Ken Arok.

Diselenggarakan secara daring, acara ini antara lain dihadiri oleh Mendikbud Nadiem Makarim. Nadiem dalam sambutannya menyampaikan, Bung Karno telah berpesan, jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. 

"Sebagai generasi penerus, kita perlu terus ingat pesan itu, sebab sejarah dan budaya merupakan pembangun jati diri Indonesia," katanya. 

Saat ini, lanjutnya, Indonesia memiliki 509 museum. Jumlah tersebut terus bertambah seiring kesadaran akan pentingnya museum. 
Ia menambahkan, selama dua tahun terakhir museum telah menjadi salah satu contoh terbaik untuk menciptakan peluang inovasi di tengah segala keterbatasan. Sejumlah museum di Indonesia telah memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengetahuan dan edukasi kepada masyarakat.  

Sementara itu Sri Sultan HB X yang juga dalam sambutannya menyampaikan, Tema peringatan Hari Museum Indonesia ke-6 "Bersama Museum Membangun Ketangguhan Bangsa" mengajak back to nature sebagai pusat pengkajian ilmu, bagian dari ikhtiar 'membangun ketangguhan bangsa'.

Sultan juga mengatakan, Yogyakarta ibarat museum dan kebudayaan adalah bukunya. Dapat dibayangkan, lanjutnya, betapa kayanya museum tersebut yang diisi berbagai macam buku yang sampai kini diperlukan pembacaan maknanya. 

"Di sini lah diharapkan agar museum mengubah budaya wacana ke budaya membaca, menuju budaya menggali dan mengkaji," kata Sultan. 

Acara ini juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ketua Asosiasi Mueseum Indonesia Putu Supadma Rudana, Ketua Panitia 50 tahun Barahmus DIY Gusti Kanjeng Ratu Bendara dan Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo.

Rangkaian acara perayaan ini dimulai bertepatan dengan ulang tahun Barahmus pada 7 Agustus lalu. Dimulainya rangkaian acara ditandai dengan pembukaan Festival Museum Yogyakarta. 

 


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RAKOSA 105,3 FM

    RAKOSA 105,3 FM

    Rakosa 105,3 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini