![Acapella Mataraman Acapella Mataraman](/images/upload/acapella_mataram.jpg)
Sesuai namanya, pertunjukkan musik kali ini sama sekali tidak menggunakan alat musik selain hanya cangkem (mulut), yang menjadi sumber bunyi baik itu sebagai pengiring maupun sebagai vokal utama.
Hal lain yang lebih menarik adalah suara-suara dari cangkem-cangkem yang menjadi pengiring vokal utama, kerapkali menirukan bunyi-bunyian yang biasanya berasal dari suara gamelan. Mungkin karena inilah maka kelompok ini menamakan dirinya Acapella Mataraman.
Agak berbeda dengan pementasan-pementasan sebelumnya, kali ini Pardiman Djoyonegoro menampilkan 13 remaja yang relatif baru untuk menampilkan nomer-nomer lagu yang telah dipersiapkan sebelumnya, jadi bukan anggota Acapella Mataraman yang biasanya tampil dan melahirkan sebuah album rekaman.
Tidak kalah dengan senior-senior mereka, para remaja ini selain memainkan musik dengan cangkem mereka, juga menampilkan aksi-aksi teatrikal yang jenaka, yang merupakan salah satu ciri khas dari kelompok musik ini..
Dan mungkin karena faktor usia, penampilan kaum muda Acapella Mataraman kali ini terasa lebih segar dan berenergi, sehingga mengundang berkali-kali tepuk tangan dari para penonton yang memenuhi aula padepokan di Yayasan Bagong Kussudiarja.
Nampaknya ini sejalan dengan apa yang tertulis pada poster promosi acara ini yang dikirimkan melalui e-mail kepada GudegNet beberapa hari sebelum acara berlangsung, yaitu: "Acapella Mataraman yang dikomandani Pardiman "Fredy" Djoyonegoro, melalui musik, menunjukkan potensi CANGKEM mereka dalam mengolah kata dan suara. Kata dan suara yang membuat mereka senang dan saling menyenangkan."
Dan semuanya itu memang benar-benar dibuktikan oleh Mas Fredy, dengan memberikan hiburan yang amat menarik bagi para pengunjung Jagongan Wagen malam itu.
Kirim Komentar