Seni & Budaya

BBY Gelar Pameran Neo Ekspresionis Edited Clown

Oleh : Rahman / Sabtu, 09 Februari 2019 18:25
BBY Gelar Pameran Neo Ekspresionis Edited Clown
Seorang Pengunjung Menikmati Pameran Lukisan Edited Clown di Bentara Budaya Yogyakarta,(8/2),Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Seorang pelukis wanita asal Kota Kembang Bandung bernama Mola menggelar pameran tunggalnya yang bertajuk Edited Clown di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY). Pada pameran tunggalnya kali ini Mola memamerkan sedikitnya 18 karya lukisan bercorak ekspresif.

“Dalam pameran lukisan ini, saya menggunakan teknik cat akrilik diatas kanvas dan cat air diatas kertas dan semua lebih mengarah kepada aliran lukis ekspresif,” ujar Mola disaat pembukaan pameran,jum’at(8/2).

Pada awal melukis merupakan perang antar batin dan diri sendiri namun pada akhirnya ia memilih berdamai agar bisa menuangkan ekspresi. Kebebasan berekpresilah yang dikejar karena menurutnnya melukis adalah pembebasan untuk menyeimbangkan emosi, tambahnya.

“Pemilihan tema badut yang menjadi subject matter yang sangat padu dengan gaya dan teknis merupakan tumpahan dari ekspresi Mola sebagai individu,” ujar Asmujo Jono Irianto sang kurator.

Asmojo menuturkan bahwa Edited Clown sebagai judul pameran ini mengindikasikan kebebasan Mola mengubah stereotip dan klise mengenai pengertian badut. Dan Mola berhasil mengedit sosok badut tanpa orang harus perduli tentang narasinya, papar Dosen ITB ini.

“Mola lebih mengedepakan Ekspresioneisme yang merupakan gaya lukis paling penting pada sejarah lukis Barat dimana gestur, emosi, tirehan kuat, dan penekanan warna adalah aspek penting pada lukisan nya,”  papar Asmujo.

Tujuan Mola mengangkat tema badut pada  pamerannya kali ini adalah badut baginya merupakan sebuah ekspresi yang tidak bisa diterka.

“Bagaimanapun badut itu dasarnya menghibur akan tetapi kita tidak pernah mengetahui apa isi hatinya, apakah dia itu senang, sedih, atau marah,” tuturnya saat diwawancara.

Pesan yang ingin disampaikan Mola pada pamerannya adalah secara intinya semua manusia itu badut hanya saja tidak mengenakan topeng.

“Kita berdamai saja dengan sesuatu yang berpolemik dalam diri kita sendiri dan itu jadi bisa membawakan suasana tetap bahagia dan senang tanpa kita harus bertopeng seperti badut,” ungkap Mola.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini