Seni & Budaya

Garebeg Besar Iduladha Ditiadakan, Keraton Yogyakarta Lakukan Ini

Oleh : Rahman / Jumat, 31 Juli 2020 13:23
Garebeg Besar Iduladha Ditiadakan, Keraton Yogyakarta Lakukan Ini
Sejumlah abdi dalem membawa Surat Dhawuh Kurban Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menuju Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Jumat (31/7)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Prosesi Hajad Dalem Garebeg Besar Keraton Yogyakarta memperingati Hari Raya Iduladha pada tahun ini ditiadakan, tapi Keraton tetap membagikan 2.700 uba rampe.

Uba rampe merupakan bagian dari gunungan yang berisikan makanan kecil berupa rengginang dan dibagikan kepada kalangan internal keraton, kerabat dan abdi dalem.

“Meskipun upacara Garebeg ditiadakan, esensi dari Garebeg itu sendiri tidaklah hilang. Prosesi ini tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya,” ujar Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura GKR Condrokirono melalui siaran persnya, Jumat (31/7).

Dari pantauan Gudeg.net, puluhan abdi dalem mulai berkumpul di Regol Keben pada pukul 08.00 WIB. Mereka hadir dengan menggunakan baju peranakan khas abdi dalem tanpa menggunakan alas kaki dan memakai masker.

Pada pukul 08.30 seluruh abdi dalem memasuki Kompleks Keraton Yogyakarta untuk mengikuti sejumlah prosesi yang telah dipersiapkan.

Tidak lama kemudian sejumlah abdi dalaem keluar dari pintu gerbang Regol Keben membawa empat buah gunungan kecil dan dimasukan ke dalam kendaraan.

Empat gunungan yang berisikan uba rampe tersebut dimuat dalam dua kendaraan bak terbuka dan dibawa menuju Kantor Pemerintahan Daeragh (Pemda) DIY Kepatihan dan Puro Pakualaman.

Namun prosesi keluarnya gunungan belum berakhir, masih ada satu prosesi lagi yaitu membawa Surat Dhawuh Kurban milik Sri Sultan Hamengkubuwono dan dua buah tombak menuju Masjid Gedhe Kauman.

Seluruh prosesi tersebut dipimpin oleh GKR Mangkubumi. Hal ini merupakan wujud konsistensi Keraton Yogyakarta melestarikan tradisi meski saat pandemi sekaligus mendukung anjuran pemerintah.

Menurut Condrokirono, pelaksanaan garebeg digelar dengan tata cara yang sama seperti saat peringatan Idul Fitri dengan pertimbangan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan Garebeg pada zaman dahulu memang dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan. Pembagian dengan cara tersebut dilakukan karena dianggap dapat meminimalisir kerumunan” ujar putri kedua Ngarsa Dalem itu.

Condrokirono melanjutkan, selama mengikuti prosesi ini seluruh abdi dalem yang bertugas wajib menerepkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kegiatan ini hanya akan diikuti oleh abdi dalem dan kerabat dekat saja dan wajib mematuhi standar protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan saling menjaga jarak,” lanjutnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini