Seni & Budaya

Pangeran Diponegoro "kembali" ke Kraton

Oleh : Amin Hamzah / Senin, 00 0000 00:00
Pangeran Diponegoro

Opera Pangeran Diponegoro - Pagelaran Kraton YogyakartaPerangnya berjalan selama lima tahun, tak kurang dari 15.000 tentara Belanda tewas dan 200.000 penduduk Jawa atau sekitar sepertiga penduduk menjadi korban karena terlibat perang secara langsung maupun tidak. Perang yang oleh Belanda disebut sebagai Perang Jawa ini berhasil menguras kas Pemerintah Hindia Belanda untuk pembiayaan perang.

Secara sistemastis struktural kolonial mengalami kebangkrutan. Belanda mengajak perundingan damai. Selesai penyelenggaraaan ibadah puasa Ramadhan dengan pengikutnya, Pangeran Diponegoro menghadiri perundingan yang dianggapnya masih dalam semangat silaturahmi. Hari kudus lebaran, pagi hari 28 Maret 1930 Pangeran Diponegoro ditangkap

Cerita di atas adalah penggalan dari drama "Opera Pangeran diponegoro" karya Sardono W. Kusumo yang digelar di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Selasa (20/05).

Teater yang berdurasi 90 menit ini memberikan kita wawasan tentang sejarah rekonstruksi perjalanan Pangeran Diponegoro yang diperankan oleh Fajar Satriadi terhadap pengorbankan yang kemudian dikenal sejarah sebagai Perang Diponegoro 1825-1830.

Opera juga menggandeng seniman lokal Jogja yakni Bondan Nusantara dan RM Altianto ini menceritakan betapa Luasnya dukungan rakyat, jumlah korban, biaya yang dikeluarkan serta kharisma kepemimpinannya, menjadikan perang ini sebagai simbol perlawanan yang popular. Perang Diponegoro, betapapun telah berubah secara mendalam pola dan struktur kolonial Belanda serta mengantarkan watak perjuangan rakyat pada dimensinya yang baru.

Cerita yang didukung dengan panggung dengan disain artistik ini berukuran 14 X 14 meter dengan latar backdrop bergambar penagangkapan Pangeran Diponegoro oleh Belanda berukuran 14X7 meter. Lukisan backdrop yang divisualisasikan oleh Raden Saleh ini bernuansa bangunan kolonialisme.

Pertunjukan yang dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono ini dapat dikatakan sukses seiring dengan banyaknya penonton yang menghadiri pertunjukan yang dimulai pukul 20.00 WIB malam tadi. Berbagai kalangan dari mahasiswa, pemerhati seni hingga masyarakat terlihat hadir menyaksikan pertunjukan yang digelar gratis dengan undangan ini.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    JOGJAFAMILY

    JOGJAFAMILY

    JogjaFamily 100,9 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini