Tips Hari Ini

Begini Cara Mengajarkan Anak Kebiasaan Menghargai Orang Lain

Oleh : albertus indratno / Jumat, 07 Agustus 2015 03:50

Pertanyaan

Selamat pagi,

Saya ibu dari seorang putra. Umurnya 6 tahun. Sekarang anak saya ada di playgroup juga di day care.

Pernah suatu hari saya dan suami mengintip kegiatannya di day care. Saat itu ia tampaknya sedang berdebat dengan temannya. Itu karena intonasi bicaranya meninggi. "Aku naik bis," katanya. Temannya menjawab," Kereta." Begitu berulang kali.

Nah, yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara mengajarkan kepada anak cara menghargai pendapat orang lain? Tentunya agar ia tumbuh jadi pribadi yang toleran dan lebih ingin memahami ketimbang dipahami.

Terima kasih.

 

 

Nunik, Kwarasan
Jawaban

Selamat sore Ibu Nunik, terimakasih sudah berbagi pertanyaan dengan kami.

Seorang anak memang selayaknya diberikan pendidikan soal memberi penghargaan bagi orang lain. Karena dalam kehidupan, kita akan menghadapi kondisi yang seringkali berbeda pendapat atau pandangan dengan orang lain. Meskipun, pada dasarnya melalui perbedaan pendapat anak dapat memperkuat jati diri dan karakter mereka serta dapat membuat kita memahami karakter orang lain.

Namun, bagi anak, untuk bertoleransi terhadap pendapat orang lain membutuhkan proses yang cukup panjang. Sikap untuk mengalah dan mempertahankan pendapat yang penting juga untuk dimiliki anak. Jangan sampai anak terlalu mengalah dan menerima pendapat orang lain, walaupun mungkin pendapatnya yang benar. Tetapi jangan sampai juga ia mempertahankan pendapatnya hanya karena tidak mau kalah.

Anak-anak sebaiknya diberi penjelasan yang mendidik dengan bahasa yang mendorong dia untuk bersikap positif, dan kita tunjukkan cara kita serta tujuannya. caranya harus variatif dan kreatif, perlu menggunakan pendekatan yang halus, dan itu syaratnya adalah tidak reaktif (langsung terbawa emosi).

Beberapa tips sederhana dari Aisha ini semoga dapat dipraktekkan:

  1. Memberi contoh kepada si anak

    Memberi teladan bagi anak seringkali dapat kita lakukan secara tidak langsung, terkadang hanya dengan memberikan teladan bagi mereka dengan melakukannya sendiri, sehingga si anak melihatnya dan bisa langsung mempraktekannya tanpa perlu “menggurui” si anak.
     
  2. Orang tua bukanlah sosok yang selalu benar

    Orangtua bukanlah sosok yang selalu benar, jadi ketika ada kondisi bahwa pendapat anak lebih baik dan benar, orangtua harus mau mengakui hal tersebut. Sehingga anak akan secara tidak langsung belajar menghargai pendapat orang lain, dan pendapat diri sendiri tidaklah melulu benar.
     
  3. Berikan penghargaan bagi anak yang bisa menahan egonya

    Untuk menghargai pendapat orang lain, bukanlah perkara yang mudah, apalagi bagi anak-anak. Anak-anak yang terbiasa untuk menemui perbedaan pendapat kemudian belajar menghargai pendapat orang lain juga patut diberi apresiasi. Berikan pujian bagi mereka yang mampu menahan ego dalam dirinya, untuk tidak selalu memaksakan kehendak atau pendapatnya.

Semoga bermanfaat

Salam

 

 

Aisha Parenting

www.aishaparenting.com

@twit_aisha

"We strive to engage mindful parents to develop good reading and eating habits, as well as to stimulate creativity at home"

0 Komentar

    Kirim Komentar

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    SoloRadio 92,9 FM

    SoloRadio 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Handayani FM

    Handayani FM

    Handayani FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini